Pada awal perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 2.877,968 dan langsung melorot tajam ke level 2.818,615, anjlok 60 poin dibanding penutupan akhir pekan lalu di level 2.878,671.
Tekanan jual mendera seluruh saham unggulan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Hanya tampak saham-saham lapis dua yang mengalami kenaikan harga. Itu pun tidak banyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya, indeks saham sektor konsumsi yang di awal perdagangan turun cukup tajam kini mulai menipis karena adanya daya beli. Ini cukup memberikan dorongan bagi IHSG dari kejatuhan lebih dalam. Tentunya diiringi dengan kenaikan beberapa saham lapis dua.
Sentimen negatif akibat dugaan kecurangan yang dilakukan Goldman Sachs pada krisis global 2007-2008 lalu membuat para investor memutuskan mengambil untung (profit taking) yang terjadi hampir bersamaan di seluruh bursa di dunia.
Namun tekanan jual pada IHSG sebenarnya bukan disebabkan oleh meningkatnya posisi jual secara signifikan, melainkan lebih kepada minimnya posisi daya beli yang menyebabkan harga-harga anjlok cukup tajam.
Kelihatannya pelaku pasar melihat, sentimen negatif Goldman Sachs sebagai suatu kesempatan untuk memasang posisi beli di harga yang rendah, sehingga para pelaku pasar membiarkan harga-harga saham jatuh cukup dalam pada hari ini, baru kemudian akan melakukan aksi beli bersamaan dari harga yang cukup rendah.
Aktivitas investor asing tercatat melakukan penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 33 miliar.
Pada perdagangan Senin (19/4/2010) sesi I, IHSG ditutup turun 40,433 poin (1,40%) ke level 2.838,238. Indeks LQ 45 juga turun 8,167 poin (1,46%) ke level 549,238.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 53.476 kali pada volume 2,224 miliar lembar saham senilai Rp 1,837 triliun. Sebanyak 43 saham naik, 171 saham turun dan 39 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia seluruhnya melemah.
- Indeks Shanghai turun 82,95 poin (2,65%) ke level 3.047,36.
- Indeks Hang Seng turun 350,07 poin (1,60%) ke level 21.515,19.
- Indeks Nikkei-225 turun 180,80 poin (1,63%) ke level 10.921,38.
- Indeks Straits Times turun 42,46 poin (1,41%) ke 2.964,76.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Indo Tambang (ITMG) turun Rp 1.150 ke Rp 38.300, Indocement (INTP) turun Rp 650 ke Rp 14.300, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 450 ke Rp 17.500, Astra Agro (AALI) turun Rp 400 ke Rp 23.450, Astra International (ASII) turun Rp 350 ke Rp 42.550, United Tractors (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 19.150. (dro/dnl)











































