Demikian disampaikan President Director ADHI Bambang Triwibowo saat paparan publik di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Kamis (22/4/2010).
"Manajeman ADHI mematok target cukup moderat di tahun 2010. Pendapatan usaha mencapai Rp 8,625 triliun," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Perolehan kontrak baru untuk tahun 2010, BUMN Karya ini membidik perolehan mencapai Rp 9,87 triliun. Pendapatan usaha, jika melihat dari portofolio, akan disumbang dari pemerintah 65% dan swasta sisanya.
"Adanya peningkatan porsi pemerintah dan terkait sebesar 9% dibanding tahun lalu, adalah salah satu usaha ADHI atas sejumlah infrastruktur seperti jalan tol, jembatan, PLTU dan lainnya. Semuanya ditawarkan oleh pemerintah tahun ini.
Sejumlah tol yang telah diselesaikan perseroan diantaranya, tol Kanci-Pejagan, Bogor Ring Road, Jemabatan Suramadu dan Terminal III Bandara Soekarno-Hatta.
Proyek yang akan menjadi pendorong utamanya adalah PLTU Lampung 2x100 mw, dengan estimasi investasi Rp 2 triliun, Latumenten City Rp 698 miliar, SOR Gede Bage Bandung Rp 451 miliar, Tol Semarang-Bawean pajet I, dengan niali Rp 374 miliar dana ada lagi beberapa proyek.
"ADHI juga akan melakukan penguatan operasi anak perusahaan yang bergerak di bidang jalan konstruksi domestik, yaitu Adhicon Persada dan Adhicon Multipower di perdagangan dan berbasis di Singapura," ungkapnya.
Hingga triwulan I-2010, ADHI mencetak pendapatan sebesar Rp 957 miliar, turun 29,52% dari periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 1,358 triliun. Laba bersih tercatat sebesar Rp 4 miliar, turun 46% dari sebelumnya Rp 7,41 miliar.
Β
(wep/dro)











































