IHSG dibuka turun tipis ke level 2.912,726 dan langsung melemah tajam hingga kembali jatuh ke bawah level 2.900 di level 2.883,014, turun 29 poin dibandingkan penutupan kemarin di level 2.912,826.
Pada awal perdagangan, seluruh saham unggulan menjadi bulan-bulanan kubu penjual yang memutuskan mengambil aksi ambil untung (profit taking) yang membuat IHSG jatuh cukup dalam. Koreksi IHSG terjadi senada dengan koreksi yang terjadi pada seluruh bursa-bursa regional Asia.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Alhasil, IHSG pun berhasil menembus zona hijau dan otomatis mencetak rekor tertinggi baru dalam sejarah pasar modal. Pada perdagangan kemarin, IHSG juga mengukir rekor tertinggi di level 2.912,826.
IHSG bergerak cukup ekstrem pada perdagangan hari ini. Ayunan (swing) terjadi dalam amplitudo tinggi dalam rentang 2.883,014 hingga 2.927,394.
Aktivitas investor asing tercatat melakukan pembelian sebesar Rp 1,075 triliun, sedangkan penjualan sebesar Rp 1,050 triliun. Nilai penjualan bersih asing (foreign net buy) sebesar Rp 24,861 miliar.
Pada perdagangan Kamis (22/4/2010), IHSG ditutup naik 13,706 poin (0,47%) ke level 2.926,532. Indeks LQ 45 juga menguat 2,758 poin (0,48%) ke level 568,772.
Sementara nilai tukar rupiah melemah tipis ke level 9.015 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.010 per dolar AS.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 127.461 kali pada volume 6,213 miliar lembar saham senilai Rp 4,341 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 93 saham turun dan 82 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia masih didominasi koreksi. Namun telah terjadi penipisan koreksi ketimbang tadi pagi.
- Indeks Shanghai melemah 33,79 poin (1,11%) ke level 2.999,48.
- Indeks Hang Seng turun 55,99 poin (0,26%) ke level 21.454,94.
- Indeks Nikkei-225 turun 140,96 poin (1,27%) ke level 10.949,09.
- Indeks Straits Times naik 11,48 poin (0,39%) ke 2.979,13.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Petrosea (PTRO) naik Rp 900 ke Rp 9.900, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 450 ke Rp 38.750, Astra Agro (AALI) naik Rp 450 ke Rp 23.950, Astra International (ASII) naik Rp 300 ke Rp 45.450, BRI (BBRI) naik Rp 300 ke Rp 8.750.
Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 27.000, Goodyear (GDYR) turun Rp 200 ke Rp 13.900, Sarana Menara (TOWR) turun Rp 125 ke Rp 2.125, Unilever (UNVR) turun Rp 100 ke Rp 12.700.
Β
(dro/qom)











































