Dow Jones Positif Berkat Caterpillar

Dow Jones Positif Berkat Caterpillar

- detikFinance
Selasa, 27 Apr 2010 07:05 WIB
Dow Jones Positif Berkat Caterpillar
New York - Saham-saham sektor finansial di bursa Wall Street merosot karena mulusnya rencana reformasi finansial Obama yang dikhawatirkan bisa menggerus kinerja sektor finansial. Namun laporan keuangan Caterpillar yang positif mampu menahan Dow Jones di teritori positif.

Aturan baru reformasi sektor finansial akan menghadapi voting di Senat pada Senin ini. Saham-saham sektor finansial langsung melorot karena khawatir jika reformasi sektor finansial ini gol, maka kinerjanya akan merosot. Dalam aturan baru itu termasuk larangan bank untuk memiliki unit usaha trading.

"Sebagian besar laba bank-bank besar berasal dari trading dan jika Anda membatasi laba dari trading, maka itu akan membatasi keseluruhan laba," ujar Keith Springer, presiden Capital Financial Advisory Services seperti dikutip dari Reuters, Selasa (27/4/2010).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menambahkan, bank-bank regional juga akan terkena dampaknya paling besar karena mereka tidak dapat mendapatkan fee karena regulasi baru itu akan mendendanya.

Saham JPMorgan tercatat merosot 2,3%, Bank of America turun 2,1%. Indeks KBW bank anjlok 3,1%.

Sementara pada perdagangan Senin (26/4/2010), indeks Dow Jones industrial average naik tipis 0,75 poin (0,02%) ke level 11.205,03. Indeks Standard & Poor's 500 juga melemah 5,23 poin (0,43%) ke level 1.212,05 dan Nasdaq melemah 7,20 poin (0,28%) ke level 2.522,95.

Kenaikan saham Caterpillar hingga 4,2% berhasil menahan indeks Dow Jones ke teritori positif. Produsen alat berat itu menaikkan proyeksi labanya seiring membaiknya kondisi ekonomi,

Saham Citigroup turun 5,1% setelah pemerintah AS mulai menjual 27% saham yang dimilikinya. Pemerintah AS memiliki saham di Citigroup setelah sebelumnya memberikan bailout hingga US$ 45 miliar selama krisis finansial.

Perdagangan saham berjalan moderat, dengan transaksi di New York Stock Exchange mencapai 9,31 miliar, di bawah rata-rata tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads