Penjelasan Indosiar Soal Akuisisi Tak Sinkron Dengan Trans Corp

Penjelasan Indosiar Soal Akuisisi Tak Sinkron Dengan Trans Corp

- detikFinance
Selasa, 27 Apr 2010 14:48 WIB
Jakarta - PT Indosiar Karya Media Tbk (IDKM) tetap membantah kabar rencana akuisisi perseroan oleh Trans Corporation. Padahal, Ishadi SK, petinggi Trans Corp, tidak menampik adanya aksi korporasi tersebut.

"Saya rasa ini rumor saja. Belum ada negosiasi tentang itu," jelas Humas Indosiar Gofron saat dihubungi wartawan di Jakarta, Selasa (27/4/2010).

Rumor pembelian Indosiar oleh Trans Corp, memang terus bergulir. Bahkan hari ini, Bursa Efek Indonesia (BEI) mensuspensi perdagangan saham IDKM, karena harga saham perseroan yang terus meningkat. Trans Corp pun mengaku sudah ada pembicaraan, terkait pembelian Indosiar olehnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami minta doanya saja. Ini agar baik untuk semua pihak. Kami tidak mau menjelaskan lebih lanjut, karena takut mempengaruhi harga sahamnya (IDKM)," papar Ishadi.

Menurut Kepala Divisi Pengawasan Transaksi BEI Hamdi Hassyarbaini, harga saham IDKM telah bergerak secara tidak wajar lantaran terjadi kenaikan kumulatif sebesar Rp 177 (143,9%) dari harga penutupan 16 April 2010 di level Rp 123 menjadi Rp 300 pada penutupan 26 April 2010.

"Penghentian sementara perdagangan saham Indosiar guna cooling down pada perdagangan hari ini," kata Hamdi.

Sementara itu, BEI mengakui tengah melakukan pengawasan terhadap transaksi saham IDKM, karena saham Indosiar dihentikan sementara dalam perdagangan bursa (suspensi). Otoritas juga tengah meminta klarifikasi terkait suspensi itu.

Direktur Penilaian Perusahaan Bursa Efek Indonesia (BEI), Eddy Sugito mengatakan, pihak pengawasan melihat ada transaksi yang sangat agresif dari saham Indosiar tersebut sehingga otoritas menjatuhkan suspensi.

"Lebih kepada transaksi harga saham yang agresif dan market surveilance," ungkapnya di kantornya, SCBD  Jakarta.

BEI pun menegaskan, tidak mengetahui rumor pembelian Indosiar oleh Trans Corp, hingga menyebabkan saham IDKM melesat agresif sehingga masuk Unusual Market Activity (UMA), Senin (26/4/2010) lalu.

"Saat kami tanya pihak Indosiar, mereka menyanggah jika ada apa-apa terkait itu," kata Eddy.

 

 

(wep/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads