Menurut Direktur Utama MNCN Harry Tanoesoedibjo, perseroan sudah menyepakati penerbitan Euro Bond ini guna melunasi (refinancing) obligasi perseroan yang jatuh tempo pada September 2011 sebesar US$ 143 juta. Sisanya akan digunakan pinjaman modal kerja sebesar Rp 200 miliar, dan investasi di beberapa TV lokal.
"Kita ganti dengan global bond, US$ 300-400 juta, untuk menggantikan MTN. Rencananya akhir kuartal II atau awal kuartal III-2010," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Tenor masih dikalkulasi lagi, namun sekitar itu. Obligasi ini akan tercatat di Bursa Singapura," jelasnya.
Ia menambahkan, alasan perseroan mengubah jenis surat utangnya adalah untuk mengantisipasi dollar AS yang terus menguat di tahun ini dan tahun depan. Bunga yang dibebankan kepada perseroan akan mengecil, karena penguatan tersebut.
"Kalau MTN kan juga terbatas. Global bond bisa ditawarkan kepada banyak pihak, termasuk di AS. Makanya belum bisa berbicara banyak, nanti ditegur SEC (Security Exchange Commission)," paparnya.
Seluruh dana yang didapat, berguna untuk permodalan perseroan sampai beberapa tahun ke depan. "Kami ingin lunasi working capital yang ada, juga (obligasi) yang jatuh tempo, agar lebih leluasa mengatur," ungkapnya.
Sementara, untuk tahun 2010 perseroan menargetkan pendapatan sebesar Rp 4,6 triliun, atau naik 21% dibanding posisi tahun sebelumnya. Laba sendiri diperkirakan dapat mencapai Rp 700 miliar, seiring naiknya porsi belanja iklan oleh beberapa pihak di televisi Indonesia.
(wep/dnl)











































