Demikian disampaikan Direktur Utama TURI, Anton Setiawan dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), di Jakarta, Rabu (28/4/2010).
Ia menjelaskan, selama tiga bulan pertama tahun 2010, perseroan mencatat pendapatan Rp 1,848 triliun atau naik sekitar 77% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp 1,046 triliun. Namun naiknya pendapatan perseroan, tidak diikuti dengan perolehan laba bersih TURI di triwulan I-2010. Laba bersih perseroan tercatat hanya Rp 75 miliar, atau turun 42,42% dari posisi triwulan I-2009 Rp 140 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Menurut Anton, untuk laba bersih di Divisi Otomotif tercatat Rp 51,7 miliar, atau meningkat 86%. Penjualan mobil TURI meningkat 70% menjadi 8.200 unit, khususnya pada unit Toyota dan Daihatsu. Dan untuk penjualan sepeda motor Honda, meningkat hampir dua kali lipat dari tahun sebelumnya menjadi 32.500 unit.
Khusus anak usaha Tunas Rental, perseroan memperoleh kontribusi laba yang meningkat sebesar 239% menjadi Rp 13,2 miliar. Hal ini disebabkan oleh meningkatnya keuntungan pada penjualan mobil bekas sewa, seiring dengan berakhirnya kontrak sewa.
"Armada kendaraan yang disewakan oleh divisi ini meningkat 6% menjadi 3.300 unit," ungkapnya.
Perusahaan asosiasi Grup yang dimiliki 49% Mandiri Tunas Finance, memberikan kontribusi laba bersih sebesar Rp 10,3 miliar, atau naik dua kali lipat dibandingkan tahun sebelumnya. "Volume pinjaman baru di triwulan pertama ini naik dua kali lipat menjadi Rp 775,1 miliar," imbuh Anton.
Â
Â
(wep/dro)











































