Analis Citi Johanna Chua mengatakan, karena kuatnya kredibilitas Sri Mulyani dalam soal reformasi birokrasi, maka pengunduran dirinya akan membawa dampak negatif ke pasar modal dan nilai tukar rupiah.
"Pengunduran diri Sri Mulyani tampaknya akan dilihat negatif oleh pasar, belum lagi pasar juga menyadari Indonesia tidak mempunyai Gubernur bank sentral selama setahun ini. Dampak kepergian Sri Mulyani membawa dampak negatif dalam jangka pendek," jelas Johanna dalam siaran pers, Rabu (5/5/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Reaksi pasar terhadap berita ini masih cukup tenang, namun aset-aset rupiah turun 20-25 bps, kemudian CDS Indonesia naik sampai 10 bps, dan harga surat berharga Indonesia turun 0,5 poin yang lebih karena krisis di Eropa dibandingkan karena kondisi politik di dalam negeri," tutupnya.
Seperti diketahui, Sri Mulyani akan menjadi penasihat untuk 3 wilayah yakni Amerika Latin dan Karibia, Timur Tengah dan Afrika Utara, Asia Timur dan Pasifik. Sri Mulyani juga akan mengurusi masalah Information System Group.
Bank Dunia melakukan proses pemilihan secara internasional sebelum akhirnya menunjuk Sri Mulyani untuk menjabat posisi penting itu.
Bank Dunia dalam siaran persnya memuji Sri Mulyani sebagai orang yang berperan penting menggawangi perekonomian Indonesia hingga sukses melewati krisis finansial, termasuk mengimplementasikan reformasi-reformasi kunci. Sri Mulyani juga berhasil mendapatkan respek dari berbagai belahan dunia.
Atas berita tersebut, IHSG langsung merosot. Pada perdagangan Rabu (5/5/2010) sesi I, IHSG ditutup merosot hingga 82,172 poin (2,78%) ke level 2.876,843. Indeks LQ 45 juga melemah 17,116 poin (2,99%) ke level 555,099.
Sementara nilai tukar rupiah melemah jauh ke level 9.095 per dolar AS, dibandingkan penutupan kemarin di level 9.020 per dolar AS.
(dnl/qom)











































