Demikian disampaikan dalam laporan keuangan perseroan, Kamis (6/5/2010).
Hingga akhir triwulan I-2010, BIPI mencatat pendapatan sebesar Rp 29,531 miliar, naik 17,23% dari periode yang sama tahun sebelumnya Rp 25,190 miliar. Namun terjadi peningkatan beban pokok pendapatan sebesar 103,13% menjadi Rp 38,377 miliar dari sebelumnya Rp 18,892 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Beban usaha juga meningkat drastis 996,11% menjadi Rp 20,585 miliar dari sebelumnya hanya sebesar Rp 1,878 miliar. Peningkatan beban usaha disebabkan adanya pembayaran gaji sebesar Rp 11,056 miliar, beban umum dan administrasi sebesar Rp 5,386 miliar dan beban jasa profesional Rp 2,647 miliar.
Akibatnya, BIPI mencatat rugi usaha sebesar Rp 29,431 miliar dibanding periode yang sama tahun 2009 masih mencatat laba usaha sebesar Rp 4,419 miliar.
BIPI juga mencatat peningkatan pos beban lain-lain sebesar 289,27% menjadi Rp 22,041 miliar dari sebelumnya Rp 5,662 miliar. Peningkatan beban lain-lain disebabkan adanya amortisasi goodwill Rp 25,177 miliar serta rugi kurs Rp 5,811 miliar.
Peningkatan tajam 3 pos beban ini membuat BIPI mencetak rugi bersih sebesar Rp 49,207 miliar di triwulan I-2010. Pada periode yang sama tahun 2009, BIPI mencatat rugi bersih Rp 5,658 miliar.
"Memang rugi Rp 49 miliar itu sudah di ekspektasi, bahkan lebih baik dari ekspektasi semula Rp 52 miliar. Karena memang di triwulan I banyak opex (operational expenditure/belanja operasi) untuk tingkatkan produksi minyak dan mulai persiapan produksi batubara awal tahun depan," ujar Corporate Secretary BIPI, Ferdinand Dion kepada detikFinance.
Â
Â
(dro/dro)











































