Asing Jual Saham Rp 800 Miliar, IHSG Kehilangan 35 Poin

Asing Jual Saham Rp 800 Miliar, IHSG Kehilangan 35 Poin

- detikFinance
Kamis, 06 Mei 2010 16:08 WIB
Asing Jual Saham Rp 800 Miliar, IHSG Kehilangan 35 Poin
Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) akhirnya ditutup di atas level 2.800 seiring dengan sentimen positif pembukaan bursa regional Eropa yang menguat tipis. IHSG bergerak dalam volatilitas tinggi disertai aksi jual asing Rp 862 miliar hari ini.

IHSG dibuka turun tipis ke level 2.846,041 dan kemudian merosot tajam hingga sempat menyentuh ke level 2.748,679, turun 98 poin dibanding penutupan kemarin di level 2.846,239.

Pada awal perdagangan, tekanan jual menerjang lantai bursa tanpa diiringi adanya daya beli yang memadai di antrian transaksi beli. Hal ini menyebabkan IHSG langsung mengalami koreksi tajam dalam waktu cepat serta volume dan nilai transaksi tipis.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Seluruh indeks saham sektoral sempat terpuruk tajam. Tak ada saham unggulan yang selamat dari koreksi, kecuali saham-saham lapis dua yang tampak masih menguat. Itu pun dalam jumlah sedikit.

Sentimen negatif bursa-bursa regional Asia yang masih didera tekanan jual akibat gejolak perekonomian Eropa memberikan pengaruh besar bagi penurunan IHSG hari ini. Investor asing sepertinya memilih melakukan penjualan portofolio dan menarik dana segar ketimbang memegang efek.

Penarikan dana secara bersamaan ini bahkan ikutan mempengaruhi nilai tukar rupiah merosot tajam hingga sempat ke level 9.200 per dolar AS tadi pagi.

Untungnya, bursa-bursa regional Eropa dibuka positif pada perdagangan hari ini, sehingga mulai tampak adanya dorongan beli di lantai bursa. Aksi beli selektif cukup mengangkat sejumlah harga-harga saham unggulan menjelang penutupan pasar.

Laju koreksi IHSG pun mengikis cukup besar dibanding penurunan terdalam tadi pagi. IHSG pun berhasil ditutup di atas level 2.800 setelah nyemplung ke level 2.700-an.

Aktivitas transaksi investor asing didominasi aksi jual sebesar Rp 2,271 triliun, sedangkan transaksi beli asing sebesar Rp 1,408 miliar. Nilai penjualan bersih asing (foreign net sell) sebesar Rp 862,631 miliar.

Pada perdagangan Kamis (6/5/2010), IHSG ditutup turun 35,623 poin (1,25%) ke level 2.810,616. Indeks LQ 45 juga turun 7,404 poin (1,35%) ke level 540,891.

Sementara nilai tukar rupiah ditutup melemah ke level 9.190 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level 9.115 per dolar AS.

Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar mencapai 133.189 kali pada volume 6,069 miliar lembar saham senilai Rp 6,197 triliun. Sebanyak 72 saham naik, 148 saham turun dan 78 saham stagnan.

Bursa-bursa regional Asia seluruhnya dalam tekanan jual. Indeks Shanghai anjlok tajam lebih dari 4%, sedangkan indeks Nikkei 225 merosot 3%.
  • Indeks Shanghai anjlok 117,45 poin (4,11%) ke level 2.739,70.
  • Indeks Hang Seng turun 194,13 poin (0,96%) ke level 20.133,41.
  • Indeks Nikkei 225 merosot 361,71 poin (3,27%) ke level 10.695,69.
  • Indeks Strait Times turun 18,64 poin (0,63%) ke level 2.842,17.



Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Petrosea (PTRO) naik Rp 600 ke Rp 10.500, HM Sampoerna (HMSP) naik Rp 550 ke Rp 13.550, Astra Agro (AALI) naik Rp 250 ke Rp 20.950, Gudang Garam (GGRM) naik Rp 250 ke Rp 28.200, Bumi Resources (BUMI) naik Rp 100 ke Rp 2.350.

Sedangkan saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Anker Bir (DLTA) turun Rp 7.500 ke Rp 84.500, Astra International (ASII) turun Rp 1.550 ke Rp 41.900, Unilever (UNVR) turun Rp 1.300 ke Rp 14.900, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 650 ke Rp 36.000, United Tractor (UNTR) turun Rp 450 ke Rp 17.550.

Β 

Β 

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads