BNI Securities Jajaki IPO di 2011

BNI Securities Jajaki IPO di 2011

- detikFinance
Minggu, 09 Mei 2010 16:03 WIB
BNI Securities Jajaki IPO di 2011
Jakarta - PT BNI Securities berencana melakukan penawaran umum saham perdana (Initial Public Offering/IPO) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2011.

"Kalau tahun ini tidak. Mungkin baru pada 2011. Saat ini baru tahap awal sekali," ujar Presiden Direktur PT BNI Securities Eddy Siswanto, dalam perbincangannya dengan detikFinance di Jakarta, Minggu (9/5/2010).

Ia menambahkan, IPO merupakan pilihan yang terbaik untuk menambah equity perseroan dan menjaga likuiditas. Apalagi dengan terhubungnya (interkoneksi) pasar bursa saham di kawasan Asia Tenggara pada tahun 2011.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Kami melihat equity melalui pasar modal berpotensi. Ini langkah antisipasi koneksi bursa ASEAN. Masih dalam visibilities study," katanya.

Namun menurut Eddy, sebelum mencatatkan sahamnya di bursa, BNI Securities mengharapkan dapat menambah modal yang bersumber dari induk usahanya yaitu PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk.

Pasalnya dengan modal yang tercatat saat ini, Rp 220 miliar, dinilai kurang menarik bagi investor di pasar modal.

"Equity kami sampai saat ini Rp 220 miliar. Jika BNI bisa tambah Rp 400 miliar kan jadi sekitar Rp 600 miliar-an. Setelah itu baru IPO, karena baru bisa menarik investor," ucapnya.

Lanjutnya, penerapan sistem remoute perdagangan atau Algo Trading, dari BNI Securities sedang dalam tahap pengembangan. Investasi yang disiapkan sekitar Rp 10 miliar guna menambah kapasitas DEC.

"Kita kembangkan sendiri. Sudah dipelajari. Kita akan tambah kapasitas DEC,Β  biaya sekitar Rp 10 miliar," paparnya.

Eddy berujar, tidak mau terburu-buru menerapkan sistem ini. Pasalnya, dibeberapa kasus Perusahaan Efek lain, justru terjadi hang saat Algo Trading diterapkan. Sistem Algo Trading dipercaya dapat membantu karena transaksi dapat dilakukan lebih cepat. Namun, dia tidak mudah mengoperasikannya.

"Kami harus meminta persetujuan BEI dulu. Kita akan bikin tapi riset dulu. Saat ini Algo sering hang," imbuh Direktur BNI Securities Jimmy Nyo.

(wep/epi)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads