Market Flash eTrading

Market Flash eTrading

- detikFinance
Senin, 10 Mei 2010 09:19 WIB
Market Flash eTrading
Jakarta - Dow Jones: Setelah sehari sebelumnya terkoreksi 3.2%, indeks S&P 500 kembali melemah 1.5% ke level 1,110.88 sementara indeks Dow Jones Industrial Average turun 1.3% ke level 10,380.43. Koreksi bursa masih dipicu oleh issue krisis Eropa yang dinilai semakin memburuk. Penurunan bursa dipimpin oleh American Express Co., Hewlett-Packard Co. dan Cisco System Inc. yang melemah lebih dari 3%.

Regional Pagi: Bursa saham Asia naik untuk pertama kalinya dalam sepekan setelah kabar paket dana bantuan Yunani dari IMF dan Uni Eropa. Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (+1.1%) di Tokyo, dan Nomura Holdings Inc. (+1.5%). BHP Billiton Ltd. (+1.7%) di Sydney. Panasonic Corp (-2.4%) setelah prediksi laba perusahaan meleset dari estimasi analis. S&P/ASX 200 (+1.2%) 4,535 Nikkei 225 (+0.7%) 10,433 KOSPI (+0.97%) 1,663 STI (+0.09%) 2823

Commodity: Harga minyak untuk pengiriman bulan Juni naik $1.38 sen (+1.8%) menjadi US$ 76.49, setelah spekulasi dana talangan Eropa masih akan mencukupi krisis hutang Eropa.  Crude Oil (+1.7%) $76.4/bbl, Gold (-0.8%) $1,198/oz, CPO (+0.5%) 2,556RM/MT, Nickel (+2.3%) $22,550/MT, TIn (-0.6%) $17,600/MT.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Economic & Industrial News

Europe: Uni Eropa Bentuk Dana Darurat

Menteri Keuangan Europe Union setuju untuk menyiapkan dana talangan darurat yang dapat diperkirakan sebesar 600 miliar euro ($ 805 miliar) untuk mencegah menyebarnya krisis yang telah terjadi pada Yunani ke negara lain dalam kawasan tersebut.

Economic: Indeks Keyakinan Konsumen April Kembali Membaik

Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) April 2010 kembali naik dan melanjutkan penguatan yang sudah terjadi sejak bulan lalu. IKK pada April tercatat naik 3,3 poin ke level 110,7. IKK terus menunjukkan perbaikan, ditopang oleh membaiknya persepsi responden terhadai kondisi ekonomi saat ini maupun kenaikan ekspektasi kondisi ekonomi 6 bulan mendatang. Hal itu ditunjukkan oleh kedua komponen IKK yakni Indeks Kondisi Ekonomi Saat ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK) yang sama-sama naik selama April.

Economic: Realisasi SPT PPh capai 54%

Direktorat Jenderal Pajak mencatat realisasi penyampaian surat pemberitahuan (SPT) tahunan PPh per 30 April 2010 telah mencapai 54% dari total wajib pajak terdaftar. Direktur Kepatuhan, Potensi, dan Penerimaan Ditjen Pajak mengatakan jumlah tersebut berasal dari wajib pajak perorangan dan badan. Bila jumlah wajib pajak pada 2009 mencapai 15,91 juta maka sampai saat ini baru sebesar 8,59 juta wajib pajak yang telah melaksanakan kewajiban penyampaian SPT sesuai ketentuan yang berlaku.

Economic: Realisasi Kredit Tumbuh 14%

Kucuran kredit perbankan yang direalisasikan pada April 2010 mencapai Rp1.477,43 T atau naik 14% dibandingkan dengan realisasi pada bulan sama 2009 sebesar Rp1.297,64. Realisasi kredit itu mengindikasikan bangkitnya pembiayaan investasi terhadap sektor riil.

Property: Hingga Akhir 2010, Kenaikan harga Tanah di Jakarta 20%

Kenaikan harga tanah di wilayah Jakarta diperkirakan naik 15-20% hingga akhir tahun. Kenaikan itu terjadi karena tahun 2008 harga tanak stagnan akibat krisis global. Ketua Umum Asosiasi Real Estate Darmadi Dharmawangsa menuturkan kenaikan harga tanah di wilayah Gatot Subroto, Thamrin, Kuningan, maupun SCBD akan naik menjadi Rp 50 juta per meter persegi. Itu karena didorong minimnya lahan kosong dan strategisnya lokasi-lokasi tersebut untuk dibangun gedung-gedung perkantoran. Darmadi menjelaskan, kesediaan infrastruktur yang lengkap dan tersedia hingga pelosok-pelosok daerah menyebabkan harga tanah di kawasan tersebut naik. Namun, menurut dia, kenaikan harga tanah di Jakarta selalu dinilai tidak karuan, karena sudah terlalu tinggi.

Energy: Laba Emiten Batu Bara Tergerus 33%

Total laba bersih sepuluh emiten batu bara merosot 32,7% pada kuartal I/2010 menjadi Rp1,86 T dari capaian pada periode yang sama 2009 senilai Rp2,76 T. Penurunan laba bersih terparah dialami PT Darma Henwa Tbk sebesar 82,5% disusul PT Perusahaan Tambang Bukit Asam Tbk (PTBA) sebesar 59,48%. 

Corporate news

MPPA: Cetak Laba Rp 38,11 M di Triwulan I-2010

PT Matahari Putra Prima Tbk (MPPA) mencatat laba bersih Rp 38,11 miliar pada triwulan I-2010, atau naik 4,89% dari posisi tahun lalu senilai Rp 36,33 miliar. Pendapatan MPPA selama triwulan I-2010 tercatat naik 11,12% dari Rp 2,23 triliun menjadi Rp 2,47 trilun. Kenaikan juga diikuti oleh beban pendapatan yang mencapai Rp 1,68 triliun, atau meningkat 11,73% dari posisi tahun lalu, Rp 1,50 triliun. Laba kotor perseroan tercatat Rp 793,23 miliar, atau naik 9,87% dibanding posisi yang sama tahun lalu, Rp 721,93 miliar. Beban operasi yang mencapai Rp 733,58 miliar, menyebabkan laba operasi perseroan tercatat Rp 59,65 miliar atau masih lebih baik 39,46% dari posisi tahun lalu, Rp 42,77 miliar.

BLTA: Berlian Laju Cari Utang Untuk Akuisisi

PT Berlian Laju Tanker Tbk menjajaki opsi penerbitan obligasi maupun penawaran saham umum terbatas (right issue) untuk tambahan belanja modal ataupun sebagai kemungkinan pembiayan akuisisinya. Diektur Keuangan Berlian Laju Tanker mengungkapkan selepas penarikan tawaran akuisisi terhadap perusahaan kapal asal Norwegia bernama Camillo Eitzen Co ASA (CECO), pihaknya masih melihat kemungkinan untuk mengakuisisi perusahaan lain.

Perseroan juga berniat menambah kapasitas produksi semen dengan penambahan dua cement mill atau pabrik semen, dengan total kapasitas 1,5 juta ton semen per tahun. Total investasi yang disiapkan perseroan mencapai US$35 juta atau sekitar Rp321 miliar. Tahun ini Indocement memperkirakan produsi semen mencapai 20,1 juta ton per tahun atau meningkat 1,5 juta ton dari posisi sebelumnya yang tercatat 18,6 juta ton.

BMRI: BSM Gunakan Tambahan Modal

Bank Syariah Mandiri (BSM) merelokasi kantor cabang mataram dari Jalan Pejanggik No 128 ke gedung sendiri di Jalan Sultan Hasanudin No 40, Cakranegara. Gedung itu merupakan bagian penambahan modal dari induk usaha, yakni PT Bank Mandiri Tbk, sebesar 200 miliar. Menurut Dirut BSM Yuslam Fauzi, bangunan kantor ini merupakan bagian dari penambahan modal (inbreng) oleh Bank Mandiri, senilai lebih dari Rp 200 miliar. Yuslam mengharapkan relokasi itu dapat meningkatkan pelayanan kepada nasabah.

SMCB: Produsen Semen Mulai Fokus ke Luar Jawa

PT Holcim Indonesia Tbk menargetkan pabrik semen baru yang akan dibangun di Tuban, Jawa Timur, dengan investasi sebesar 450 juta dollar AS atau sekitar 4,2 triliun rupiah tersebut bisa mengoptimalkan biaya logistik dan membuka pasar yang efi sien di Jawa Timur, Kalimantan, dan Bagian Timur Indonesia. Pabrik semen baru tersebut diharapkan bisa berproduksi mulai semester pertama 2013. Direksi Holcim dalam siaran persnya pekan lalu mengatakan selama ini, Holcim memang baru fokus untuk menggarap pasar semen di Pulau Jawa dan belum serius menggarap pasar di luar Jawa. Hal ini disebabkan karena pertumbuhan volume konsumsi semen tertinggi selama ini tercatat di Pulau Jawa.

MEDC: Medco-Libia Investasi US$321 Juta

PT Medco Energi Internasional Tbk dan Libyan Investment Authority merealisasikan investasi US$321 Juta di Area-47 Libia yang memiliki cadangan dengan 325 juta barel setara dengan minyak. Direktur Proyek Medco Energi mengatakan berdasarkan kontrak EPSA IV, sistem bagi hasil minyak di Libia, investor berbagi beban atas biaya investasi sesuai dengan besaran hak partisipasi yang dimiliki.

TMPI: Dapat Tambahan Dana Dari GEM Rp450 Miliar

Global Emerging Market Ltd (GEM) sepakat untuk memberikan tambahan dana kepada PT Agis Tbk (TMPI) sebesar Rp450 miliar. Dengan demikian, suntikan modal dari perusahaan investasi asaL Swiss itu mencapai Rp775 miliar, karena sebelumnya Agis menerima dana Rp325 miliar.

MASA: Raih Utang US$175 Juta

PT Multistrada Arah Sarana Tbk (MASA) akan mendapatkan pinjaman sebesar US$175 juta dari sindikasi perbankan guna membiayai investasi dan modal kerja. Pada awal Maret 2010, MASA sempat dikabarkan sedang memfinalisasi pinjaman senilia US$200 juta yang diperoleh dari sindikasi bank CIMB dan HSBC. Perseroan menargetkan pendapatan menembus Rp2 triliun tahun ini atau tumbuh 30% dibanding perkiraan akhir 2009 sekitar Rp1,56 triliun.

BLTA: Berlian Laju Cari Utang Untuk Akuisisi

PT Berlian Laju Tanker Tbk menjajaki opsi penerbitan obligasi maupun penawaran saham umum terbatas (right issue) untuk tambahan belanja modal ataupun sebagai kemungkinan pembiayan akuisisinya. Diektur Keuangan Berlian Laju Tanker mengungkapkan selepas penarikan tawaran akuisisi terhadap perusahaan kapal asal Norwegia bernama Camillo Eitzen Co ASA (CECO), pihaknya masih melihat kemungkinan untuk mengakuisisi perusahaan lain.

IPO: IPO Nippon Indosari Segera Efektif

Bapepam-LK bakal memberikan pernyataan efektif atas rencana IPO saham PT Nippon Indosari Corporindo dalam waktu dekat. Perusahaan yang memproduksi roti bermerek Sari Roti telah mengajukan dokumen IPO pada April 2010.

Corporate News


  • MPPA: Cetak Laba Rp 38,11 M di Triwulan I-2010
  • BLTA: Berlian Laju Cari Utang Untuk Akuisisi
  • BMRI: BSM Gunakan Tambahan Modal
  • SMCB: Produsen Semen Mulai Fokus ke Luar Jawa
  • MEDC: Medco-Libia Investasi US$321 Juta
  • TMPI: Dapat Tambahan Dana Dari GEM Rp450 Miliar
  • MASA: Raih Utang US$175 Juta
  • BLTA: Berlian Laju Cari Utang Untuk Akuisisi
  • IPO: IPO Nippon Indosari Segera Efektif

Rumor

PT Bank International Indonesia Tbk (BII) dikabarkan bakal meningkatkan kepemilikan saham di PT Wahana Ottomitra Mulitartha Tbk (WOMF) dari 50,03% menjadi di atas 90%. Konon, BII mau menguasai mayoritas saham WOMF seperti dilakukan PT Bank Dananom Tbk (BDMN) terhadap PT Aldira Dinamika Multifinance Tbk (ADMF) sebanyak 95,5%.

Saham PT Intiland Developmnet Tbk (DILD) kabarbnya bakal dikerek ke level Rp1.500 karena perseroan telah merampungkan pembangunan Ngoro Industrial Park tahap kedua di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Seluruh unit properti komersial pada lahan seluas 240 ha tersebut laku terjual. Intiland kini dikabarkan menyiapkan pengembangan Ngoro Industrial Park tahap ketiga dengan mengakusisi lahan seluas 700 ha senilai Rp300 miliar.

Technical Picks


  • BBRI (8300) – Spec Buy
  • ADHI (470) – Spec Buy
  • GZCO (355) – Spec Buy
  • ITMG (34300) – Spec Buy.
 

(qom/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads