Demikian disampaikan Investor Relation AALI, Tjahyo dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Rabu (12/5/2010).
Turunnya produksi CPO perseroan menjadi 295.932 ton, disebabkan oleh produksi Tandan Buah Segar (TBS) yang ikut anjlok 5% dari 1,205 juta ton menjadi 1,145 juta ton. Produksi TBS sawit hampir terjadi di seluruh wilayah perkebunan milik AALI. Untuk wilayah Sumatera, tercatat produksi TBS turun 14,3% dari 570.348 ton menjadi 488.859 ton. Ini diikuti oleh produksi di pulau Sulawesi yang turun 2,8% menjadi 250.798 ton, dari posisi yang sama tahun sebelumnya 258,122 ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total produksi TBS yang diproses dari pihak ketiga juga turun 32,6% atau menjadi 102.081 ton, dari posisi tahun lalu 151.526 ton. Produksi kernel pun turun 4,7% dari 67.091 ton menjadi 63.951 ton.
Sepanjang triwulan I-2010, perseroan meraih laba bersih Rp 272 miliar atau naik 24,9% dibanding posisi tahun lalu Rp 217,7 miliar.
"Faktor kenaikan laba adalah, harga jual rata-rata CPO yang menguat menjadi Rp 6.544 per kg atau naik 19,1%," katanya.
Β
Β
(wep/dro)











































