Taksi Green SM Dievaluasi Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi

Taksi Green SM Dievaluasi Buntut Kecelakaan Maut Kereta di Bekasi

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 29 Apr 2026 06:29 WIB
Warga mengamati taksi listrik Green SM  yang rusak pascakecelakaan dengan KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Bekasi Timur, Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026). Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengerahkan tim investigasi
Penampakan taksi listrik yang diduga sebabkan tabrakan kereta di Bekasi.Foto: ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah
Jakarta -

Buntut insiden maut kereta di Bekasi, Jawa Barat, operator taksi online asal Vietnam Green SM dievaluasi Kementerian Perhubungan. Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengatakan telah meminta Ditjen Perhubungan Darat untuk menemui pihak Green SM dan melakukan evaluasi mendalam.

"Tadi saya sudah minta Dirjen Perhubungan Darat untuk bertemu dengan pengelola taksi hijau tersebut untuk melakukan evaluasi. Mudah-mudahan tadi kalo jadi hari ini mestinya," kata Dudy di Stasiun Bekasi Timur, Selasa (28/4/2026).

Rencana Dudy mengevaluasi taksi online dengan armada warna hijau itu sudah dilaporkan langsung kepada Presiden Prabowo Subianto. Hal itu diungkapkan langsung oleh Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menteri Perhubungan melalui Dirjen Perhubungan Darat telah menyampaikan akan mengevaluasi pihak perusahaan taksi Green," tulis keterangan resmi di unggahan Instagram @sekretariat.kabinet.

ADVERTISEMENT

Green SM diduga menjadi penyebab kecelakaan maut kereta api di Bekasi, Jawa Barat. Dalam keterangan resmi Kementerian Perhubungan, insiden kecelakaan maut diduga bermula ketika rangkaian kereta rel listrik (KRL) relasi Bekasi-Cikarang menabrak sebuah mobil taksi di perlintasan sebidang.

Nah taksi yang ditabrak itu merupakan taksi Green SM di perlintasan sebidang JPL 85. Kabarnya taksi tersebut menerobos perlintasan ketika kereta mau lewat.

Akibat kejadian tersebut, rangkaian KRL harus dievakuasi dan ditetapkan sebagai Perjalanan Luar Biasa (PLB) dengan kode 5181 karena berhenti berdinas dan berjalan di luar jadwal reguler.

Sebagai dampaknya, petugas memberhentikan satu rangkaian KRL lainnya dengan kode PLB 5568 yang mengarah ke Cikarang di peron Stasiun Bekasi Timur.

Namun, naas KA Argo Bromo Anggrek (KA 4) relasi Jakarta-Surabaya tidak sempat berhenti sepenuhnya sehingga terlibat insiden dengan KA PLB 5568 yang sedang berhenti.

Kemenhub Panggil Green SM

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memanggil manajemen Xanh SM atau Green SM buntut insiden kecelakaan KRL Cikarang dengan KA Argo Bromo Anggrek yang terjadi di Stasiun Bekasi Timur, Senin (27/4).

Pemanggilan tersebut untuk mengklarifikasi kejadian taksi listrik yang terhenti di perlintasan Stasiun Bekasi Timur, dan kondisi ini diduga menjadi penyebab terjadinya kecelakaan antara Kereta Argo Bromo Anggrek dan KRL Jakarta-Cikarang.

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Aan Suhanan mengatakan telah membentuk tim khusus untuk mendalami keterlibatan taksi hijau tersebut.

Selain itu, tim ini juga akan memeriksa perizinan dan kelengkapan administrasi operasional taksi Green SM.

"Kami telah membentuk tim khusus ini untuk mendalami keterlibatan taksi Xanh SM termasuk sisi perizinannya, kelengkapan administrasi, pemenuhan standar keselamatan, hingga kepatuhan pada ketentuan operasional angkutan umum. Karena prinsip kami jelas, keselamatan masyarakat adalah prioritas utama, sehingga setiap potensi pelanggaran akan ditindak sesuai ketentuan," jelas Aan dalam keterangan tertulisnya, Selasa (28/4/2026).

Green SM Buka Suara

Dalam pernyataannya di Instagram @id.greensm, operator taksi listrik tersebut menyampaikan duka mendalam dan belangsungkawa kepada keluarga korban. Green SM Indonesia menaruh perhatian pada insiden tersebut.

"Kami menyampaikan duka mendalam serta belasungkawa kepada keluarga dan orang-orang terdekat dari para korban. Kami menaruh perhatian atas insiden ini dan berharap seluruh pihak yang terlibat segera pulih serta berada dalam kondisi aman," tulis pernyataan resmi Green SM Indonesia.

Green SM Indonesia menyatakan saat ini, peristiwa tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan. Pihaknya memastikan akan terus berkoordinasi dengan pihak berwenang.

"Saat ini, insiden tersebut masih dalam proses investigasi dan belum terdapat kesimpulan resmi dari pihak berwenang. Green SM terus berkoordinasi dengan otoritas terkait dengan menyampaikan informasi yang relevan serta mendukung jalannya investigasi," tambahnya.

Green SM Indonesia menyatakan akan berkomitmen untuk menjaga standar keselamatan dan meningkatkan layanan secara berkelanjutan. Keselamatan dan transparansi menjadi prioritas utama.

"Kami berkomitmen untuk menjaga standar operasional yang ketat guna mendukung keselamatan pengemudi, penumpang, dan masyarakat," jelasnya.

(hal/hns)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads