Regional Pagi: Bursa saham Asia melemah setelah Sony Corp memprediksikan laba yang meleset dari estimasi sejumlah analis, euro dan dolar melemah terhadap yen dan harga komoditas merosot. Sony, (-6.5%) di Tokyo. BHP Billiton Ltd., (-1.2%) di Sydney setelah merosotnya minyak mentah dan tembaga. Mazda Motor Corp, produsen mobil Jepang yang memperoleh 21% penjualannya dari Eropa, turun 1.5%. Nikkei 225 (- 1.8%) 10,427 S&P/ASX 200 (-0.9%) 4,610 KOSPI (-0.76%) 1,681 STI (-0.4%) 2855
Commodity: Harga minyak mentah masih stabil selama penurunan mingguan keduanya dipicu menguatnya dolar AS yang menahan daya tarik komoditas bagi investor di tengah pasokan AS yang di atas rata-rata. Minyak mentah turun kemarin dipicu menguatnya mata uang AS terhadap euro setelah Potugal mengumumkan langkah pemerintah untuk melakukan penghematan, yang memicu kekhawatiran bahwa pengetatan fiskal di seluruh wilayah Eropa akan menekan pertumbuhan ekonomi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Economic & Industrial News
Economic: Pertumbuhan 2Q10 Ditargetkan 6%
Pemerintah optimistis perekonomian Indonesia pada 2Q10 akan tumbuh hingga 6%, seiring dengan meningkatnya konsumsi pemerintah dan swasta setelah disahkannya APBN-P 2010. Menteri Koordinator Perekonomian pada 2Q10 akan lebih baik dibandingkan dengan realisasi pertumbuhan ekonomi pada 3 bulan pertama tahun ini. Keyakinan tersebut didorong oleh ekspektasi positif terhadap sejumlah komponen penyokong pertumbuhan ekonomi yang akan lebih baik, terutama konsumsi pemerintah.
Economic: Penerimaan Pajak Rp170 T
Realisasi penerimaan negara dari pajak hingga April mencapai lebih dari Rp170 T atau sekitar 30% dari target yang ditetapkan dalam anggaran pendapatan belanja negara (APBN) 2010. Direktur Jenderal Pajak mengatakan realisasi penerimaan dari setoran pajak penghasilan (PPh) badan mencapai Rp46 T, PPh orang pribadi kurang dari Rp2 T, dan pajak pertambahan nilai (PPN) sekitar Rp43 T.
Economic: Emisi MTN Wajib Dilaporkan
Bapepam LK berniat mewajibkan pelaporan penerbitan surat utang jangka menengah (medium term notes/MTN). Otoritas pasar modal juga berniat mengatur kriteria MTN yang dapat menjadi portofolio investasi dalam reksa dana.
Economic: Peluang Indonesia Minim Untuk Tambah Kuota di IMF
Dana Moneter Internasional (IMF) memperkirakan peluang Indonesia relatif kecil untuk mendapatkan peningkatan kuota dalam kerangka reformasi kuota sebanyak 5% di institusi keuangan itu. Division Chief IMF untuk Asia Pasifik, mengatakan sebelum reformasi kuota 2008, besaran kuota Indonesia pada saat itu adalah 0,7% tetapi per April 2010 sudah mencapai 0,96%.
Europe: Ekonomi Zona Euro Membaik
Sepanjang 1Q10, perekonomian 16 negara Eropa tumbuh 0,2% dibandingkan 4Q09, lebih tinggi ketimbang prediksi para ekonom yang hanya 0,1%. Kinerja ekspor zona euro yang terdongkrak pemulihan global akan sanggup meredam dampak krisis fiskal Yunani. Data ekonomi itu mendapat respons positif dari pelaku pasar keuangan. Keyakinan pasar kian kuat setelah Spanyol mengumumkan rencana penanganan krisisnya. Pemerintah Spanyol mengatakan segera memangkas gaji PNS sebagai upaya untuk pengetatan anggaran.
Corporate news
BBNI: Bagi Dividen Rp2,48 Triliun
PT Bank Tabungan Negara Indonesia Tbk (BBNI) membagikan dividen sebesar Rp2,48 triliun atau 35% dari total laba bersih tahun buku 2009. Nilai dividen tersebut jauh lebih besar dibanding tahun sebelumnya yang hanya 10% dari laba bersih 2008.
DILD: Sektor Residensial Topang Laba Intiland
PT Intiland Development Tbk (Intiland) membukukan laba bersih hingga akhir Maret 2010 sebesar Rp 85,09 miliar, atau melonjak lebih dari dua puluh delapan kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama 2009 sebesar Rp 2,98 miliar. Lonjakan tersebut ditopang oleh peningkatan kinerja penjualan, baik dari sektor residensial maupun jasa sewa perkantoran. Nilai pendapatan bersih Intiland tercatat mencapai Rp 277,88 miliar, atau naik hampir 3 kali lipat dibandingkan dengan periode yang sama 2009 sebesar Rp 95,82 miliar.
LPKR: Anak UsahaTerbitkan Obligasi USD270 Juta
PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) melalui anak perusahaannya Sigma Capital Pte Ltd, telah menerbitkan obligasi atau notes sebesar USD270 juta, dengan bunga tetap sebesar 9% per tahun dan akan jatuh tempo pada 2015.
ISAT: Tawarkan Surat Utang Bergaransi
PT Indosat Tbk (ISAT) melalui anak usahanya yang berbasis di Singapura, Indosat Palapa Company BV, sejak Rabu (12/05), menawarkan surat utang bergaransi senilai US$500 juta. Untuk menjaring investor, perseroan melakukan lawatan ke sejumlah negara Asia, Amerika dan Eropa.
ASRI: Alokasikan Dana Investasi Rp1 Triliun
Perusahaan Property PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) menganggarkan dana investasi selama 3 tahun ke depan Rp1 Triliun. Dana itu akan digunakan untuk mengembangkan mal, gedung perkantoran, dan apartemen. Tahun ini perseroan menganggarkan capex sekitar Rp600-700 miliar.
BBKP: Jamsostek Akan Beli 30% Saham Bukopin
PT Jamsostek (Persero) mempertimbangkan pembelian saham PT Bank Bukopin Tbk (BBKP) hingga 30% dari rencana semula 20%. Perseroan juga sudah menyiapkan dana investasi sekitar Rp500 miliar untuk mewujudkannya. Pihaknya telah menyiapkan dana Rp300 miliar untuk membeli Bukopin, dari total investasi tahun ini yang mencapai Rp900 miliar.
JSMR: Segera Kuasai 55% Tol Aloha-Perak
PT Jasa Marga Tbk (JSMR) segera menguasai 55% saham PT Margaraya Jawa Tol (MJT) selaku pemegang konsesi tol Waru (Aloha)-Wonokromo-Tanjung Perak, di Surabaya, Jawa Timur. Saat ini, perusahaan pelat merah itu hanya memiliki 2,45% saham di MJT. Keinginan BUMN jalan tol itu telah mendapatkan persetujuan dari sejumlah pihak yang berkepentingan atas MJT, termasuk oleh PT duta Graha Indah Tbk yang sebelumnya juga menyatakan minatnya untuk meningkatkan kepemilikan saham di MJT menjadi 20-25% dengan menyiapkan dana Rp 150 miliar.
BRPT: Kuasai 11,21% Saham Gozco
PT Barito Pacific Tbk (BRPT) kini memiliki 11,21% saham perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Gozco Plantations Tbk (GZCO). Perusahaan yang dimilki pengusaha nasional Prayogo Pangestu tersebut telah meningkatkan kepemilikan saham di Gozco dari 60,5 juta menjadi 560,5 juta unit.
PROD: Diakuisisi Oleh Induk Usaha UNVR
Induk usaha UNVR, Unilevel Holding BV, tahun ini akan mengakuisisi PT Sara Lee Body Care Indonesia Tbk (PROD). Akuisisi 89,35% saham PROD merupakan bagian dari akuisisi global Unilever terhadap bisnis perawatan tubuh Sara Lee Corp senilai 1.275 miliar euro .
Corporate News
- BBNI: Bagi Dividen Rp2,48 Triliun
- DILD: Sektor Residensial Topang Laba Intiland
- LPKR: Anak UsahaTerbitkan Obligasi USD270 Juta
- ISAT: Tawarkan Surat Utang Bergaransi
- ASRI: Alokasikan Dana Investasi Rp1 Triliun
- BBKP: Jamsostek Akan Beli 30% Saham Bukopin
- JSMR: Segera Kuasai 55% Tol Aloha-Perak
- BRPT: Kuasai 11,21% Saham Gozco
- PROD: Diakuisisi Oleh Induk Usaha UNVR.
Rumor
PT Ancora Indonesia Resources Tbk (OKAS) dikabarkan telah mendapatkan kontrak dari dua perusahaan tambang di Indonesia, yaitu PT Freeport Indonesia dan PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) untuk memasok ammonium nitra masing-masing 50 ribu dan 40 ribu ton per tahun. Ancora kabarnya bakal menggandeng investor asing untuk mendanai proyek tersebut.
Saham PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (TLKM) dikabarkan bakal dikerek ke bandar ke level Rp8.000 dalam waktu dekat. Kabarnya perseroan yang akan mengakuisisi Esia dari PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) bakal memicu kenaikan harga saham TLKM. Telkom diberitakan tengah mempersiapkan merger antara Flexi dan Esia.
Technical Picks
- ANTM (2125) – Buy on Weakness
- PGAS (3875) – Buy on Weakness
- INDF (3625) – Trading Buy
- BMTR (400) – Trading Buy.
(qom/qom)











































