Caplok Dayaindo, Chungrim Siapkan Rp 1,461 Triliun

Caplok Dayaindo, Chungrim Siapkan Rp 1,461 Triliun

- detikFinance
Senin, 17 Mei 2010 15:14 WIB
Caplok Dayaindo, Chungrim Siapkan Rp 1,461 Triliun
Jakarta - Chungrim Co Ltd menyatakan kesiapannya menyerap 14,612 miliar saham baru dengan HMETD (rights issue) yang akan diterbitkan PT Dayaindo Resources International Tbk (KARK) senilai Rp 1,461 triliun. Chungrim akan menjadi pengendali baru KARK dengan kepemilikan 70,98%.

Demikian berdasarkan prospektus rights issue KARK yang dipublikasikan, Senin (17/5/2010).

KARK akan menerbitkan 18.904.390.313 saham baru dengan HMETD pada harga Rp 100 per saham. Total dana yang akan diperoleh KARK melalui aksi ini sebesar Rp 1,890 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Saat ini jumlah saham KARK sebanyak 1.680.390.250 saham yang dimiliki oleh PT Manhattan Asset Management Indonesia (MAMI) sebanyak 408.737.247 saham (24,32%) dan sisanya dimiliki publik sebanyak 1.271.653.003 saham (75,68%).

Rights issue ini ditetapkan menggunakan rasio 2:21 yang berarti setiap pemilik 2 saham lama berhak membeli 21 saham baru KARK. Dalam prospektus dikatakan, MAMI siap menyerap seluruh haknya dalam rights issue ini. Dengan rasio 2:21, saham baru yang bisa diserap MAMI sebanyak 4.291.741.094 saham senilai Rp 429,174 miliar.

Chungrim bertindak sebagai pembeli siaga dalam rights issue ini. Dengan asumsi pemegang saham publik tidak menyerap haknya, maka Chungrim wajib dan telah menyatakan kesiapannya menyerap seluruh sisa saham yang tidak dieksekusi.

Itu berarti, Chungrim berpeluang menyerap 14.612.649.219 saham baru KARK senilai Rp 1,461 triliun.

Dengan asumsi tersebut, maka jumlah saham KARK setelah rights issue akan sebanyak 20.584.780.563 saham terdiri atas :

  • Chungrim sebanyak 14.612.649.219 saham (70,98%).
  • MAMI sebanyak 4.700.478.341 saham (22,83%).
  • Publik sebanyak 1.271.653.003 saham (6,17%).

Komposisi baru ini akan menyebabkan terjadinya perubahan pemegang saham pengendali KARK dari semula di tangan MAMI menjadi Chungrim. Meski hasil akhir rights issue ini belum dapat dipastikan, namun pola seperti ini, yakni melakukan pencatatan saham jalur belakang (backdoor listing) melalui mekanisme rights issue lumrah terjadi.

Apalagi mengingat harga saham KARK saat ini berada di level Rp 80 per saham, lebih rendah 20% dari harga saham baru KARK sebesar Rp 100 per saham. Secara logika, pemegang saham publik KARK akan memilih menambah kepemilikan sahamnya dengan membeli di pasar ketimbang mengeksekusi rights issue.

Oleh sebab itu, dapat diperkirakan para pemegang saham publik KARK cenderung memilih tidak mengeksekusi haknya dalam rights issue ini. Dan dengan demikian, Chungrim akan mengambil alih saham baru yang tidak diserap tersebut.

Penggunaan Dana

Sementara KARK akan memperoleh dana segar senilai Rp 1,890 triliun melalui rights issue ini. Dananya akan digunakan untuk mengambil alih 70% saham PT Anugerah Tompira Nikel (ATN) senilai Rp 350 miliar, pengembangan ATN Rp 600 miliar, kemudian mengambil alih 80% saham PT Belang Belang Coal Terminal (BBC) senilai Rp 100 miliar serta untuk pengembangan BBC Rp 416,433 miliar.

Sedangkan sisanya sebesar Rp 420,815 miliar akan digunakan untuk modal kerja perseroan.

Untuk itu, perseroan akan menggelar RUPS Luar Biasa pada 16 Juni 2010. Cum HMETD di pasar reguler dan negosiasi pada 23 Juni 2010. Cum di pasar tunai pada 28 Juni 2010. Distribusi HMETD pada 29 Juni 2010. Pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 30 Juni 2010.

Periode perdagangan HMETD mulai 30 Juni 2010 hingga 10 Agustus 2010.

 

 
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads