"Dana tersebut akan kita penuhi dari presale dan pinjaman eksternal," kata Direktur Utama ELTY Hiramsyah Thaib usai RUPS di Rasuna Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (18/5/2010).
Dana itu akan digunakan untuk mengembangkan bisnis properti dan jalan tol perseroan tahun ini. Menurutnya, saat ini perseroan masih memiliki komitmen pinjaman yang belum dicairkan sebanyak Rp 1,5 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan, perseroan juga berniat mengakuisisi 2-3 ruas jalan tol baru tahun ini. Lokasi tol tersebut akan berada di sekitar jalan tol perseroan yang sudah ada saat ini.
Hiramsyah mengatakan, hingga akhir tahun 2010 emiten berkode ELTY itu menargetkan bisa meraup pendapatan sebanyak Rp 1,31 triliun. Tahun lalu, Bakrieland sudah meraup pendapatan sebanyak Rp 1,05 triliun.
Angka ini, menurut Hiramsyah masih berpotensi untuk naik. Pasalnya, tingkat suku bunga diperkirakan tidak akan naik tahun ini. Hal itu akan menjadi hal yang positif untuk industri properti.
"Ada kemungkinan upsize target kalau industri properti benar-benar bagus. Tingkat suku bunga juga akan rendah di tahun 2010 ini. Itu hikmah luar biasa untuk properti," ujarnya.
Sementara itu, mengenai kepastian Limitles Holdings, perusahaan dari Dubai, untuk bermitra dengan perseroan, menurut Hiramsyah, perseroan sudah melakukan pertemuan dengan Limitles pada bulan April lalu.
"Mereka masih setuju untuk lanjut bermitra dengan kita," ungkapnya.
Ia mengatakan, perusahaan asing itu masih berniat untuk ambil bagian sebanyak 30 persen dalam proyek Rasuna Epicentrum. Untuk itu, Limitles haruh merogoh kocek sebanyak US$ 110 juta.
"Kita tinggal menunggu kapan mereka bayar saja," ujarnya.
(ang/dnl)











































