Bakrieland Siapkan Investasi Rp 2,5 Triliun

Bakrieland Siapkan Investasi Rp 2,5 Triliun

Angga Aliya ZRF - detikFinance
Selasa, 18 Mei 2010 19:23 WIB
Jakarta - PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) siapkan dana investasi sebanyak Rp 2,5 triliun tahun ini. Dana tersebut akan digunakan untuk pengembangan properti dan jalan tol.

"Dana tersebut akan kita penuhi dari presale dan pinjaman eksternal," kata Direktur Utama ELTY Hiramsyah Thaib usai RUPS di Rasuna Epicentrum, Rasuna Said, Jakarta, Selasa (18/5/2010).

Dana itu akan digunakan untuk mengembangkan bisnis properti dan jalan tol perseroan tahun ini. Menurutnya, saat ini perseroan masih memiliki komitmen pinjaman yang belum dicairkan sebanyak Rp 1,5 triliun.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Komitmen pinjaman itu didapat dari berbagai bank, baik sindikasi bank maupun individu bank, di antaranya PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI), PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI).

Ia mengatakan, perseroan juga berniat mengakuisisi 2-3 ruas jalan tol baru tahun ini. Lokasi tol tersebut akan berada di sekitar jalan tol perseroan yang sudah ada saat ini.

Hiramsyah mengatakan, hingga akhir tahun 2010 emiten berkode ELTY itu menargetkan bisa meraup pendapatan sebanyak Rp 1,31 triliun. Tahun lalu, Bakrieland sudah meraup pendapatan sebanyak Rp 1,05 triliun.

Angka ini, menurut Hiramsyah masih berpotensi untuk naik. Pasalnya, tingkat suku bunga diperkirakan tidak akan naik tahun ini. Hal itu akan menjadi hal yang positif untuk industri properti.

"Ada kemungkinan upsize target kalau industri properti benar-benar bagus. Tingkat suku bunga juga akan rendah di tahun 2010 ini. Itu hikmah luar biasa untuk properti," ujarnya.

Sementara itu, mengenai kepastian Limitles Holdings, perusahaan dari Dubai, untuk bermitra dengan perseroan, menurut Hiramsyah, perseroan sudah melakukan pertemuan dengan Limitles pada bulan April lalu.

"Mereka masih setuju untuk lanjut bermitra dengan kita," ungkapnya.

Ia mengatakan, perusahaan asing itu masih berniat untuk ambil bagian sebanyak 30 persen dalam proyek Rasuna Epicentrum. Untuk itu, Limitles haruh merogoh kocek sebanyak US$ 110 juta.

"Kita tinggal menunggu kapan mereka bayar saja," ujarnya.

(ang/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads