Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) seperti dikutip detikFinance, Kamis (20/5/2010), saham BMRI didera tekanan jual cukup besar dari investor asing dengan nilai jual bersih mencapai Rp 72,750 miliar.
Padahal, total nilai transaksi saham BMRI pagi ini sebesar Rp 109,657 miliar. Itu berarti transaksi jual bersih asing di saham BMRI mencapai 75% dari total nilai transaksi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Broker BUMN PT Danareksa Securities (OD) tampak sibuk dan mati-matian menjaga saham bank BUMN tersebut. Tanpa campur tangan OD yang menampung 20 ribu lot lebih, saham BMRI mungkin sudah jatuh di atas 5% pada perdagangan pagi ini.
Namun menurut analis PT Valbury Asia Future, Nico Omer, investor diminta tidak khawatir dengan penurunan tajam saham BMRI. Menurutnya, perginya Agus Marto seharusnya tidak mempengaruhi kinerja BMRI secara fundamental.
"Saya pikir kok tidak usah khawatir. Kalau perbankan itu kan sudah punya sistemnya masing-masing. Jadi siapa pun CEO-nya, dari dalam ataupun luar, sistem sudah berjalan. Pelemahan 100-200 poin saat ini saya kira bersifat sementara saja," ujarnya.
(dro/qom)










































