Demikian disampaikan Direktur Utama INDF, Anthony Salim, usai Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) di kantornya, Indofood Tower, Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (21/5/2010).
Ia menambahkan, pabrik yang berlokasi di dua wilayah berbeda ini, mempunyai kapasitas di bawah 100 ribu ton. Pabrik Pati rencananya akan berkapasitas 3.700 TCD (3.000 ton), sementara Sumatera Selatan, 8.000TCD, atau setara dengan 8.000-10 ribu ton.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara untuk total investasi Indofood di tahun 2010, perseroan telah menganggarkan dana Rp 4,2 triliun. Kebutuhannya, salah satunya adalah untuk refinancing utang. Sayang, Anthoni enggan menyebut berada utang yang akan dilanusi perseroan.
"Belum bisa diungkap itu," paparnya.
Belanja modal yang dianggarkan, seluruhnya bersumber dari kas internal perseroan. Selain refinancing, dana juga akan digunakan untuk membangun dua pabrik gula yang disebutkan diatas.
Perseroan memang akan mengembangkan produk dan pasar yang belum terjangkau, di tahun 2010.Β Pengembangan usaha ini termasuk pembangunan pabrik gula yang dinilai masih kurang.
"Pabrik gula akan mulai produksi semester kedua 2010," ujar Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Thomas Thijie.
Indofood juga tengah melirik lahan yang ada di wilayah Marauke, Papua dan akan ditanami tebu. Lahan ini tentu saja untuk menambah jumlah produksi gula perseroan di masa yang akan datang.
"Indonesia Timur punya tantangan yang lebih besar. Namun potensinya tetap aja untuk long term. Papua selatan seperti Marauke. Kita siapkan orang yang akan di bawa (SDM) ke sana," tutur Anthoni.
(wep/qom)











































