Bakrie 7 sempat anjlok antara 13-33% pada perdagangan hari ini. Namun pada sekitar pukul 14.45 waktu JATS sudah mulai memulih meskipun masih terkoreksi tajam di zona merah.
Saham PT Bumi Resources Tbk (BUMI) sempat anjlok 23,29% dari penutupan akhir pekan lalu de level Rp 2.125 ke level Rp 1.630. Namun kini sudah bertengger di level Rp 1.950, turun Rp 175 (8,23%).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham PT Bakrieland Development Tbk (ELTY) sempat anjlok 33,96% dari penutupan kemarin Rp 159 ke level Rp 105. Kini saham ELTY berada di level Rp 132, turun Rp 27 (16,98%).
Saham PT Bakrie Sumatera Plantations Tbk (UNSP) sempat jatuh 13,75% ke level Rp 345 namun kini sudah berada di level Rp 370, turun Rp 30 (7,5%) dari sebelumnya Rp 400.
Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) sempat anjlok 26,05% ke level Rp 88 dan kini sudah berada di level Rp 105, turun Rp 14 (11,76%) dari sebelumnya Rp 119.
Saham PT Darma Henwa Tbk (DEWA) sempat anjlok 16,25% ke level Rp 67 dan kini sudah berada di level Rp 74, turun Rp 6 (7,5%) dari sebelumnya Rp 80.
Saham PT Bakrie Telecom Tbk (BTEL) sempat anjlok 8,45% ke level Rp 130 dan saat ini sudah kembali ke level Rp 139, turun Rp 3 (2,11%) dari sebelumnya Rp 142.
Total nilai transaksi Bakrie 7 hingga berita ini ditulis mencapai Rp 1,020 triliun atau setara dengan 32,92% dari nilai transaksi IHSG sebesar Rp 3,098 triliun.
Kejatuhan tajam saham-saham Bakrie 7 sempat membuat laju kenaikan IHSG terkikis hebat. Namun penguatan saham sektor konsumsi dan perkebunan berhasil mengangkat kembali posisi IHSG.
Kabar yang beredar di pasar menyebutkan kalau BUMI bakal melakukan rights issue. Kabar ini diperkirakan menjadi pemicu utama aksi jual massif investor-investor asing yang biasa bermain saham-saham Bakrie 7.
Sebagai catatan, aktivitas saham BUMI memang menjadi acuan utama pergerakan seluruh saham-saham Bakrie 7, sehingga sentimen negatif pada saham BUMI cenderung membuat seluruh anggota saham Bakrie 7 lainnya terkoreksi.
Hal ini pun diakui oleh SVP Investor Relations BUMI Dileep Srivastava. Menurutnya, beredar rumor tak sedap yang mengatakan BUMI akan melakukan rights issue dan memicu aksi jual investor asing pada saham BUMI.
"Beredar sebuah rumor tidak bertanggung jawab yang mengatakan BUMI akan melakukan rights issue. Rumor tersebut dikutip oleh sejumlah fund manajer global," ujarnya dalam bincang-bincang dengan detikFinance, Senin (24/5/2010).
Menurut Dileep, boleh jadi rumor tersebut telah membuat sejumlah investor asing melakukan aksi jual secara massal pada saham BUMI yang kemudian diikuti oleh investor-investor domestik.
"Rumor tersebut sama sekali tidak benar. Kami tidak ada rencana untuk melakukan rights issue. Kami akan segera membuat pengumuman formal kepada publik mengenai hal ini," jelas Dileep.
Â
Â
(dro/qom)











































