"Fenomena ini global. Tentu trigger oleh kejadian di suatu tempat, yaitu krisis terhadap pemerintah Yunani. Beberapa perkembangan terakhir dipicu oleh permasalahan bank di Spanyol, yang tengah terjadi pada currency rupiah, bukan dometsik, ini global yang terjadi di seluruh penjuru dunia," ujar Deputi Gubernur BI Budi Mulya ketika ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (26/5/2010).
Budi mengatakan, pelemahan yang dialami oleh rupiah juga dialami oleh seluruh mata uang di Asia. "Jadi tolong dilihat perbedaan antara temporer sama sentimen dengan fundamental ekonomi," jelasnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita tidak overreacting ini akan lama-lama, ini hanya temporer. Karena kita berada dalam konteks finansial global. Apa yang terjadi di suatu tempat terefleksikan ke tempat lain, sangat cepat," imbuh Budi.
"Otoritas tetap wajib waspada atas kemungkinan terburuk. Kita selalu alert. BI khususnya akan konsisten untuk jaga rupiah, itu tugas BI," tegas Budi.
(nia/dnl)
