Demikian disampaikan Direktur Utama TINS, Wachid Usman dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Hotel Ritz Carlton, Pacific Place, Jakarta, Kamis (3/6/2010).
Pada tahun 2009, Timah mencatat laba bersih sebesar Rp 313,751 miliar. Dari jumlah tersebut, dividen tunai disepakati sebesar 30% atau sebesar Rp 94,125 miliar.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sedangkan untuk dana program kemitraan ditetapkan sebesar 2 % atau Rp 6,275 miliar. Untuk dana bina lingkungan juga dalam besaran yang sama. Sisa laba bersih sebesar 66 % atau Rp 207.075.660.000 akan ditempatkan sebagai cadangan perseroan.
Seperti diketahui, pada tahun 2009, PT Timah Tbk (TINS) mencatat penurunan laba bersih signifikan sebesar 76,62%. Penurunan dipicu oleh koreksi penjualan sebesar 14,84% serta kerugian kurs sebesar Rp 120,178 miliar.
Hingga akhir 2009, TINS mencatat pendapatan sebesar Rp 7,709 triliun, turun 14,84% dibanding tahun sebelumnya Rp 9,053 triliun. Beban pokok pendapatan hanya naik 3,5% menjadi Rp 6,556 triliun dari sebelumnya Rp 6,334 triliun.
Namun penurunan pendapatan yang begitu besar membuat laba kotor terpangkas 57,61% menjadi Rp 1,152 triliun dari sebelumnya Rp 2,718 triliun. Beban usaha berhasil ditekan 28,37% menjadi Rp 464,443 miliar dari sebelumnya Rp 648,426 miliar.
Namun laba usaha tetap terpangkas tajam sebesar 66,74% menjadi Rp 688,544 miliar dari sebelumnya Rp 2,070 triliun. Perseroan juga menderita kerugian kurs sebesar Rp 120,178 miliar yang membuat TINS mencatat beban lain-lain sebesar Rp 123,081 miliar.
Pada tahun sebelumnya, TINS masih mencatat penghasilan lain-lain sebesar Rp 30,773 miliar. Akibatnya, laba bersih TINS hanya tercatat sebesar Rp 313,751 miliar, anjlok 76,62% dari tahun sebelumnya Rp 1,342 triliun. Laba per saham juga terpangkas 76,78% menjadi Rp 62 per saham dari sebelumnya Rp 267 per saham.
(epi/dro)











































