Ditodong Dividen 50%, Timah Setor Pemerintah Rp 101,969 Miliar

Ditodong Dividen 50%, Timah Setor Pemerintah Rp 101,969 Miliar

- detikFinance
Kamis, 03 Jun 2010 13:06 WIB
Ditodong Dividen 50%, Timah Setor Pemerintah Rp 101,969 Miliar
Jakarta - PT Timah Tbk (TINS) akhirnya memutuskan akan membagikan dividen tunai tahun buku 2009 sebesar Rp 156,875 miliar atau 50%. Pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas akan menerima dividen Rp 101,969 miliar.

Demikian disampaikan dalam RUPS Tahunan TINS di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (3/6/2010).

Pada tahun 2009, TINS mencatat laba bersih sebesar Rp 313,751 miliar, anjlok 76,62% dari tahun sebelumnya Rp 1,342 triliun. Dari jumlah tersebut, dividen tunai yang akan dibagikan sebesar 50% dari laba bersih atau Rp 156,875 miliar. Nilai dividen per saham ditetapkan sebesar Rp 31,17.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Untuk program kemitraan sebesar 2% atau Rp 6,275 miliar, sedangkan untuk dana bina lingkungan identik sebesar 2% atau Rp 6,275 miliar. Sedangkan untuk dana cadangan sebesar 46% atau Rp 144,325 miliar.

Dari dividen sebesar Rp 156,875 miliar, pemerintah sebagai pemegang 65% saham TINS akan memperoleh setoran dividen sebesar Rp 101,969 miliar, sedangkan pemegang saham publik sebesar 35% atau Rp 54,906 miliar.

"Pembagian dividen akan dilakukan pada 28 juli 2010," ujar Direktur Utama TINS, Wachid Usman.

Semula, manajemen TINS mengajukan besaran dividen 30%. Namun pemerintah mendesak perseroan membagikan dividen 50%. Di tengah rapat, Wachid sempat memasang angka 40% sebagai jalan tengah.

"Kami usulkan jalan tengah 40%, sehingga cadangan kami ada Rp 175 miliar. Ada selisih kira-kira Rp 21 miliar. Kalau kami bangun kapal, itu bisa jadi 1 kapal," ujar Wachid.

Namun Deputi PISET Kementerian BUMN Sahala Lumban Gaol sebagai utusan pemerintah tetap mendesak angka dividen 50%. Menurutnya, nilai dividen 50% tidak akan mengganggu kinerja TINS.

"Kita sadari ada kebutuhan dana yang perlu dipertimbangkan. Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan pemegang saham (pemerintah). Kita memutuskan 50%. Kemampuan keuangan TINS cukup memadai. Jadi kami tetap usulkan 50%. Kami yakin tidak ada yang akan terhambat dari TINS meski kami usulkan 50%," lugas Sahala.

 

 

(dro/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads