Demikian disampaikan dalam RUPS Tahunan TINS di Ritz Carlton Pacific Place, SCBD, Jakarta, Kamis (3/6/2010).
Pada tahun 2009, TINS mencatat laba bersih sebesar Rp 313,751 miliar, anjlok 76,62% dari tahun sebelumnya Rp 1,342 triliun. Dari jumlah tersebut, dividen tunai yang akan dibagikan sebesar 50% dari laba bersih atau Rp 156,875 miliar. Nilai dividen per saham ditetapkan sebesar Rp 31,17.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Dari dividen sebesar Rp 156,875 miliar, pemerintah sebagai pemegang 65% saham TINS akan memperoleh setoran dividen sebesar Rp 101,969 miliar, sedangkan pemegang saham publik sebesar 35% atau Rp 54,906 miliar.
"Pembagian dividen akan dilakukan pada 28 juli 2010," ujar Direktur Utama TINS, Wachid Usman.
Semula, manajemen TINS mengajukan besaran dividen 30%. Namun pemerintah mendesak perseroan membagikan dividen 50%. Di tengah rapat, Wachid sempat memasang angka 40% sebagai jalan tengah.
"Kami usulkan jalan tengah 40%, sehingga cadangan kami ada Rp 175 miliar. Ada selisih kira-kira Rp 21 miliar. Kalau kami bangun kapal, itu bisa jadi 1 kapal," ujar Wachid.
Namun Deputi PISET Kementerian BUMN Sahala Lumban Gaol sebagai utusan pemerintah tetap mendesak angka dividen 50%. Menurutnya, nilai dividen 50% tidak akan mengganggu kinerja TINS.
"Kita sadari ada kebutuhan dana yang perlu dipertimbangkan. Namun ada hal-hal yang harus diperhatikan pemegang saham (pemerintah). Kita memutuskan 50%. Kemampuan keuangan TINS cukup memadai. Jadi kami tetap usulkan 50%. Kami yakin tidak ada yang akan terhambat dari TINS meski kami usulkan 50%," lugas Sahala.
Â
Â
(dro/dnl)











































