"Kita sudah kapok. Kita sudah capek," jelas Direktur Utama DOID Hagianto Kumala dalam paparan publik di Hotel JW Marriot, Mega Kuningan Jakarta, Jumat (11/6/2010).
Ia juga mengungkapkan, bahwa perseroan stress akibat skema akuisisi njelimet PT Berau Coal Energy, milik recapital. Kedua belah pihak pun akhirnya tidak menemui kesepakatan.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita stress dipanggil bursa, dimaki-maki investor, pemegang obligasi. Kita akan naikkan kompetensi di BUMA," jelasnya.
Namun begitu, DOID dan Berau Energy tetap melanjutkan hubungan kerja sama yang telah terbangun selama ini. BUMA juga merupakan kontraktor yang menggarap proyek batubara Berau Coal.
Sedangkan Recapital merupakan pemilik 100% saham PT Berau Energy. Perusahaan yang disebut terakhir merupakan pemilik 90% saham PT Berau Coal, satu-satunya perusahaan batubara yang masuk 10 besar di Indonesia yang belum menjadi perusahaan go public dengan produksi 14,3 juta ton di 2009.
Â
Â
(wep/dro)











































