"IGF menyiapkan dana sebesar US$ 100 juta untuk investasi ke perusahaan kami," ungkap Direktur Keuangan META, Danni Hasan di Graha Niaga, Jakarta, Selasa (15/6/2010).
Menurut Danni, salah satu cara pengucuran dananya adalah dengan menyerap rights issue META yang akan dilakukan pada semester II-2010.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
META berencana menerbitkan 8,5 miliar saham baru dengan HMETD. Harga pelaksanaannya ditetapkan sebesar Rp 88 per saham. Rasio rights issue ditetapkan sebesar 100:168.
"Jadi total dana yang akan diperoleh dari rights issue ini sebesar Rp 748,7 miliar," jelasnya.
Dananya akan digunakan untuk mengakuisisi 99,97% saham PT Marga Utama Nusantara (MUN), kemudian akuisisi 27% saham PT Jakarta Lingkar Barat dan sisanya untuk melunasi utang ke PT Bank Mega Tbk (MEGA).
"Setelah serangkaian aksi rights issue ini, kami akan menguasai 52% saham jalan tol Kebun Jeruk-Penjaringan," ujar Danni.
Sebelum rights issue ini, perseroan akan melakukan penggabungan nilai saham (reverse stock) dengan rasio 2:1. Setelah reverse stock, saham perseroan akan menjadi sebanyak 5.064.285.715 saham.
Sementara IGF, akan berkomitmen menyerap 7.113.650.000 saham (83,69%) yang diterbitkan META.
"Dana yang disiapkan IGF sebesar Rp 626,001 miliar yang diambil dari investasi US$ 100 juta," ujarnya.
Dengan penyerapan ini, IGF akan menguasai 52,41% saham META, menggeser Bosowa Trading yang semula menjadi pengendali META.
"Sisa dana IGF setelah menyerap rights issue akan digunakan juga untuk investasi, tapi belum dibahas sekarang," ujarnya.
META baru saja selesai menggelar RUPS untuk mendapatkan persetujuan reverse stock.
"RUPS untuk meminta persetujuan rights issue akan digelar pada 7 Juli 2010," jelasnya
(dro/ang)











































