Masuk Elnusa, Erry Firmansyah Jabat 8 Kursi Komisaris

Masuk Elnusa, Erry Firmansyah Jabat 8 Kursi Komisaris

- detikFinance
Senin, 21 Jun 2010 12:32 WIB
Masuk Elnusa, Erry Firmansyah Jabat 8 Kursi Komisaris
Jakarta - Mantan Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Erry Firmansyah terus menambah posisinya sebagai komisaris di sejumlah emiten. Dengan masuknya Erry sebagai komisaris PT Elnusa Tbk (ELSA), ia kini menjabat 8 kursi komisaris.

Demikian hasil RUPS ELSA yang digelar di hotel Dharmawangsa, Jakarta, Senin (21/6/2010).

Pemegang saham menyetujui perubahan susunan direksi dan komisaris dalam RUPS yang baru saja selesai digelar. Susunan yang baru sebagai berikut:

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

  • Direktur Utama : Suharyanto.
  • Direktur Operasi : Suryadi Oemar.
  • Direktur Keuangan : Santun Nainggolan.
  • Direktur Pengembangan Usaha: Muhammad Jauzi Arif.
  • Direktur SDM dan Umum : Lucy Sycilia.
 
  • Komisaris Utama : Waluyo.
  • Komisaris : Surat Indrijarso.
  • Komisaris : Soehandjono.
  • Komisaris : Achmad Luthfi.
  • Komisaris : Erry Firmansyah.

Dengan masuknya Erry dalam jajaran komisaris ELSA, berarti Erry kini menjabat 8 jabatan komisaris. Berikut daftar kursi komisaris perusahaan yang kini dijabat Erry:

  1. PT Elang Mahkota Teknologi Tbk (EMTK) sebagai komisaris independen.
  2. PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) sebagai komisaris utama.
  3. PT Delta Dunia Makmur Tbk (DOID) sebagai komisaris utama.
  4. PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR) sebagai komisaris independen.
  5. PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) sebagai komisaris.
  6. PT Benakat Petroleum Energy Tbk (BIPI) sebagai komisaris.
  7. PT Makmur Sejahtera (anak usaha PT Adaro Energy Tbk/ADRO) sebagai komisaris.
  8. PT Elnusa Tbk (ELSA) sebagai komisaris.

Selain 8 perusahaan tersebut, Erry juga dikabarkan akan masuk dalam jajaran komisaris PT Astra International Tbk (ASII). Sayangnya belum ada kejelasan mengenai kabar tersebut.

Sementara pemegang saham juga menyetujui agenda pembagian dividen tunai tahun buku 2009 sebesar Rp 25 per saham atau totalnya Rp 179,969 miliar. Nilai tersebut setara dengan 38,60% dari laba bersih 2009 yang sebesar Rp 466,2 miliar.

Dividen interim telah dibagikan pada bulan Januari 2010, sebesar Rp 20 per lembar atau sebesar Rp 143,975 miliar. Sisanya, Rp 5 per lembar atau sebesar Rp 35,993 miliar merupakan dividen final. Sisa dividen akan dibagikan pada bulan 16 Agustus 2010.

Sisa laba sebesar 56,40% atau Rp 262,952 miliar digunakan untuk meningkatkan kompetensi inti perseroan. Serta untuk ekspansi bisnis ke depan.

 

 

 
(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads