Demikian disampaikan Direktur Utama PT Ratu Prabu Energy Tbk B.Bur Maras dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/7/2010),
PT Bangga Dua Petroleum Maskapai sejatinya adalah tambang gas milik perseroan. Namun pada Maret 2010, tambang yang berlokasi di Cirebon ini secara tidak sengaja menemukan cadangan minyak.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Paling tidak kami bisa mendapatkan penghasilan sekitar US$ 600 ribu per bulan dari minyak di tambang Bangga Dua," jelasnya.
Selain mengkontribusikan pendapatan di tambang minyak, penambangab gas Bangga Dua juga diharapkan secepatnya terealisasi. Pembeli siaga pun sudah perseroan dapatkan, yaitu pabrik semen di Palimanan. Mereka telah berkomitmen membeli gas yang diproduksi ARTI.
"Perusahan semen ini nantinya akan mendirikan pembangkit listrik. Untuk itu mereka membutuhkan pasokan gas sebanyak delapan juta kaki kubik per hari. Begitu pembangkit itu selesai Bangga Dua siap memasok kebutuhan gas mereka," ungkapnya.
Ratu prabu Energy, sepanjang tahun 2009 mencatat rugi bersih Rp 180,5 miliar. Padahal di tahun sebelumnya, ARTI mencata laba Rp 33,1 miliar. Anjloknya kinerja perseroan akibat pendapatan dari produksi minyak dan gas yang menurun. Pendapatan migas menurun karena kontrak pengelolaan minyak di Abab, Raja dan Dewa Sumatera Selatan berakhir.
"Faktor lain ada penurunan pendapatan dari unit bisnis properti, khususnya gedung perkantoran Ratu Prabu I," ucapnya.
Pasalnya sebagian besar space gedung ini digunakan sendiri sejak Februari 2009. "Namun selama triwulan-I 2010 perseroan telah berhasil membukukan laba sebesar Rp 6,1 miliar," imbuhnya.
Β
Β
Β
(wep/dro)











































