Obligasi PLN Rp 3 Triliun Tetapkan Bunga 9,7% dan 10,4%

Obligasi PLN Rp 3 Triliun Tetapkan Bunga 9,7% dan 10,4%

- detikFinance
Kamis, 01 Jul 2010 12:24 WIB
Obligasi PLN Rp 3 Triliun Tetapkan Bunga 9,7% dan 10,4%
Jakarta - PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) menetapkan kupon obligasi seri A sebesar 9,7% dan seri B sebesar 10,4% untuk obligasi konvensional Rp 2,5 triliun serta imbal hasil setara dengan angka yang sama untuk Sukuk Ijarah.

Demikian disampaikan dalam prosepktus yang dipublikasikan perseroan, Kamis (1/7/2010).

PLN berencana menerbitkan obligasi PLN XII tahun 2010 sebesar Rp 2,5 triliun dan sukuk ijarah PLN V tahun 2010 sebanyak Rp 500 miliar.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Obligasi PLN XII senilai Rp 2,5 triliun terdiri dari seri A sebesar Rp 645 miliar dengan jangka waktu lima tahun dan seri B senilai Rp 1,855 triliun dengan jangka waktu 12 tahun. Untuk seri A ditetapkan bunga 9,7%, sedangkan seri B sebesar 10,4%.

Bunga obligasi akan dibayarkan setiap triwulan sesuai tanggal pembayaran masing-masing bunga obligasi dengan tanggal jatuh tempo pada 8 Juli 2015 untuk seri A dan 8 Juli 2022 untuk obligasi seri B.

Sementara sukuk ijarah PLN V terdiri dari seri A senilai Rp 160 miliar dengan imbalan ijarah sebesar Rp 97 juta per Rp 1 miliar tiap tahun berjangka waktu lima tahun dan seri B senilai Rp 340 miliar dengan imbalan ijarah Rp 104 juta tiap Rp 1 miliar dengan jangka waktu 12 tahun.

Dana dari hasil penerbitan surat utang itu akan digunakan perseroan untuk kegiatan investasi jaringan distribusi tenaga lisrik.

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) telah memberikan peringkat AA+ untuk obligasi PLN XII dan sukuk ijarah PLN V. Sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi dan sukuk ijarah, perusahaan pelat merah itu sudah menunjuk PT Danareksa Sekuritas, PT Mandiri Sekuritas, dan PT Trimegah Securities Tbk.

Sementara yang bertindak sebagai wali amanat adalah PT Bank CIMB Niaga. Sedangkan jadwal perkiraan tanggal efektif pada 30 Juni 2010, masa penawaran 2 dan 5 Juli 2010, dan pencatatan di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada 9 Juli 2010.

 

 

 

(dro/qom)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads