Mengawali perdagangan IHSG dibuka naik tipis ke level 2.874,841 dan kemudian sempat menguat ke level 2.891,185, naik 17 poin dari penutupan kemarin di level 2.874,248.
Pada awal perdagangan, aksi beli spekulatif berhasil mengangkat IHSG cukup tinggi. Ragam data ekonomi membuat sebagian investor memutuskan melakukan aksi beli spekulatif.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Akibatnya, ketika terjadi reversal indeks Shanghai dan Hang Seng yang memicu aksi jual massal di Bursa Efek Indonesia (BEI), langsung memukul jatuh IHSG ke zona negatif hingga sempat menyentuh level 2.866,876, turun 8 poin.
Pada perdagangan Jumat (2/7/2010) sesi I, IHSG ditutup turun tipis 3,755 poin (0,14%) ke level 2.870,493. Indeks LQ 45 juga turun 1,310 poin (0,24%) ke level 557,048.
Investor asing juga mencatat penjualan bersih sebesar Rp 63 miliar.
Perdagangan berjalan lambat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 36.426 kali pada volume 1,532 miliar lembar saham senilai Rp 1,141 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 57 saham turun dan 74 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia sebagian besar berpaling ke zona merah lantaran terseret reversal bursa Shanghai dan Hong Kong
- Indeks Shanghai turun 16,48 poin (0,69%) ke level 2.357,31.
- Indeks Hang Seng turun 247,58 poin (1,23%) ke level 19.881,41.
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 18,75 poin (0,20%) ke level 9.210,35.
- Indeks Strait Times naik 16,25 poin (0,58%) ke level 2.836,60.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 150 ke Rp 7.150, Indofood (INDF) naik Rp 125 ke Rp 4.400, Lonsum (LSIP) naik Rp 100 ke Rp 8.100, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 100 ke Rp 16.800, Sari Roti (ROTI) naik Rp 80 ke Rp 1.650.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 950 ke Rp 46.550, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 550 ke Rp 37.150, United Tractors (UNTR) turun Rp 350 ke Rp 18.100, Astra Agro (AALI) turun Rp 350 ke Rp 18.150.
Â
Â
(dro/qom)











































