IHSG dibuka naik tipis ke level 2.874,841 dan kemudian sempat menguat ke level 2.891,185, naik 17 poin dari penutupan kemarin di level 2.874,248.
Aksi beli spekulatif pada awal perdagangan sempat membuat IHSG menguat seiring dengan tren penguatan tipis bursa-bursa regional Asia. Sebagian pelaku pasar sepertinya mencoba mengambil langkah pembelian mengingat harga-harga saham sudah cukup murah akibat sentimen negatif bursa global beberapa waktu lalu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai kejatuhan harga-harga saham unggulan, pelaku pasar sepertinya lebih banyak bermain pada saham-saham lapis dua. Hal itu terlihat dari persentasi koreksi IHSG yang jauh lebih kecil ketimbang koreksi indeks LQ45.
Sedangkan nasib saham-saham unggulan kemudian menjadi stagnan. Para pembeli hanya membuat dinding antrian beli guna menjaga harga tidak turun lebih dalam, namun tidak berupaya mengangkat harga. Aksi beli kebanyakan dilakukan pada 1 fraksi harga penawaran saja.
Kubu penjual pun tampaknya enggan melakukan penjualan massif mengingat dinding antrian beli sudah cukup tebal sehingga tidak memungkinkan terjadinya penurunan harga lebih besar. Aksi jual mahal dan saling tunggu ini membuat IHSG tidak mampu bergerak naik maupun turun lebih lebar.
Pada perdagangan Jumat (2/7/2010), IHSG ditutup turun tipis 2,694 poin (0,10%) ke level 2.871,554. Indeks LQ 45 juga turun 1,742 poin (0,32%) ke level 556,616.
Investor asing juga mencatat penjualan sebesar Rp 934,934 miliar, sedangkan aksi beli asing sebesar Rp 736,804 miliar. Nilai transaksi jual bersih asing (foriegn net sell) tercatat sebesar Rp 198,130 miliar.
Perdagangan berjalan lambat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 71.939 kali pada volume 2,866 miliar lembar saham senilai Rp 2,423 triliun. Sebanyak 115 saham naik, 67 saham turun dan 78 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia bergerak ragu-ragu, kecuali indeks Hang Seng yang mengalami koreksi cukup dalam:
- Indeks Shanghai naik 9,11 poin (0,38%) ke level 2.382,90.
- Indeks Hang Seng turun 223,67 poin (1,11%) ke level 19.905,22.
- Indeks Nikkei 225 naik tipis 12,11 poin (0,13%) ke level 9.203,71.
- Indeks Strait Times naik 21,75 poin (0,77%) ke level 2.842,10.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Indocement (INTP) naik Rp 350 ke Rp 16.250, Bukit Asam (PTBA) naik Rp 200 ke Rp 16.900, Plaza Indonesia (PLIN) naik Rp 190 ke Rp 1.200, Indofood (INDF) naik Rp 175 ke Rp 4.450, Dian Swastatika (DSSA) naik Rp 150 ke Rp 7.150.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra International (ASII) turun Rp 1.200 ke Rp 46.300, Indo Tambang (ITMG) turun Rp 600 ke Rp 37.100, United Tractors (UNTR) turun Rp 300 ke Rp 18.150, Astra Agro (AALI) turun Rp 300 ke Rp 18.200, Bank Mandiri (BMRI) turun Rp 100 ke Rp 5.750.
Â
Â
(dro/qom)











































