"Akan kita sesuaikan. Kita akan panggil kedua belah pihak untuk mencocokkan," ungkap Direktur Penilaian Perusahaan BEI Eddy Sugito di Jakarta, Senin (12/7/2010).
Seperti dipublikasikan dalam laporan keuangan BNBR pada triwulan I-2010, tercatat posisi kas dan setara kas perseroan berjumlah Rp 5,334 triliun. Di antara posisi setara kas, terdapat porsi Deposito Berjangka yang tersimpan di PT Bank Capital Tbk sebanyak Rp 3,758 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Namun, saat dilakukan penelurusan dari laporan BACA di periode yang sama (triwulan I-2010), jumlah total deposito berjangka hanya Rp 2,171 triliun. Dengan menyandingkan posisi keduanya, maka terdapat selisih sebesar Rp 1,587 triliun.
Lalu yang menjadi pertanyaan, dari mana dana Rp 1,587 triliun yang dimasukkan dalam setara kas laporan keuangan BNBR. Itulah yang menjadi kewajiban BEI untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Saat dimintai konfirmasi, BNBR yang diwakili oleh Direktur Keuangannya, Eddy Soeparno, belum mau menjelaskan lebih lanjut. "Mungkin itu laporan konsolidasi, saya tidak memegang laporan keuangannya saat ini," tegasnya.
Â
Â
Â
(wep/dro)











































