Mengawali perdagangan, IHSG dibuka naik tipis ke level 2.995,736 dan kemudian sempat menguat ke level 3.011,964, naik 16 poin dari penutupan kemarin di level 2.995,441.
Pada awal perdagangan, sentimen penguatan IHSG sangat kuat terutama didorong adanya aksi beli massif pada sebagian besar saham-saham unggulan. Sayangnya, penguatan itu tidak bertahan lama.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Untungnya, menjelang penutupan pasar ada sejumlah daya beli yang berhasil mengangkat kembali IHSG ke zona hijau. Sentimen positif bursa-bursa regional Asia yang didominasi penguatan memberikan angin segar bagi IHSG.
Kendati demikian, investor asing mencatat penjualan bersih sebesar Rp 310 miliar.
Pada perdagangan Rabu (21/7/2010) sesi I, IHSG ditutup naik tipis 6,682 poin (0,22%) ke level 3.002,123. Indeks LQ 45 juga naik tipis 1,037 poin (0,17%) ke level 581,813.
Perdagangan berjalan cukup ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 64.196 kali pada volume 2,556 miliar lembar saham senilai Rp 1,906 triliun. Sebanyak 101 saham naik, 78 saham turun, dan 73 saham stagnan.
Bursa-bursa regional Asia didominasi penguatan:
- Indeks Shanghai naik tipis 0,34 poin (0,01%) ke level 2.529,07.
- Indeks Hang Seng menguat 110,89 poin (0,55%) ke level 20.375,48.
- Indeks Nikkei 225 turun tipis 32,25 poin (0,35%) ke level 9.268,21.
- Indeks Strait Times melemah 11,13 poin (0,38%) ke level 2.937,37.
Saham-saham yang naik harganya di top gainer antara lain Anker Bir (DLTA) naik Rp 2.000 ke Rp 92.000, Indo Tambang (ITMG) naik Rp 300 ke Rp 38.100, Astra International (ASII) naik Rp 300 ke Rp 50.100, Petrosea (PTRO) naik Rp250 ke Rp 13.250.
Saham-saham yang turun harganya di top loser antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 250 ke Rp 20.000, Adira Finance (ADMF) turun Rp 150 ke Rp 10.000, Indocement (INTP) turun Rp100 ke Rp 16.300.
Â
Â
(dro/qom)











































