Bukit Asam Jajaki Tambah 20% Saham di BATR

Bukit Asam Jajaki Tambah 20% Saham di BATR

- detikFinance
Jumat, 23 Jul 2010 15:16 WIB
Jakarta - PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA) tengah mengkaji menambah kepemilikan saham sebanyak 20% di PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR). Perseroan menargetkan pembebasan lahan dapat dimulai pada triwulan I-2010.

"Kami (PTBA) ada opsi untuk menambah kepemilikan sampai 30% di BATR," ujar Corporate Secretary PTBA, Achmad Sudarto saat ditemui di
kantornya, Menara  KADIN Jalan HR Rasuna Said Jakarta Jumat (23/7/2010).

Saat ini, PTBA memiliki 10% saham di BATR, sedangkan pemegang saham lainnya adalah China Railway 10%, dan 80% punyai Grup Rajawali melalui PT Transpacific Railway Infrastructure.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kerjasama proyek Pembangunan Angkutan Kereta Api dan Pelabuhan Batubara ini akan terbangun sepanjang 307 km dan kapasitas angkut 25 juta ton per tahun. Ini didapat dari tambang milik PTBA di Tambang Banko Tengah di Tanjung Enim, dengan cadangan batubara terbukti 500 juta ton.

Perseroan menargetkan dapat pembebasan lahan proyek pembangunan angkutan kereta api dan pelabuhan batubara, di Tanjung Enim akan dimulai pada triwulan-I 2011, yang dilakukan melalui anak usahanya PT Bukit Asam Transpacific Railway (BATR).

"Land acuisition kami harapkan triwulan-I 2011. Total masih on track," jelasnya.

Ia menambahkan, fasilitas kredit dari perbankan China dalam pembangunan angkutan kereta api dan pelabuhan batubara masih belum diberikan. Dana ini baru akan cair saat BATR menyelesaikan minimal 50% dari pembebasan lahan.

"Kredit nunggu proyek jalan atau pengerjaan EPC (Engineering, Procurement and Construction), setelah 50% pembebasan," tambahnya.

Seperti diketahui, terdapat empat bank yang sudah memasukkan penawaran pinjaman ke BATR. Mereka diantaranya, Industrial and Commercial Bank of China Ltd (ICBC), The Export-Import Bank of China (China Eximbank), China Development Bank (CDB), dan Bank of China. Pinjaman yang nantinya akan didapat sebesar US$ 1,05 miliar atau 70% dari total investasi.

BATR sebelumnya juga telah mengikat kerjasama kontrak Engineering, Procurement and Construction (EPC) dan Kontrak Operator & Maintenance (O&M) dengan China Railway Group Limited. Kontrak jangka waktu 4 tahun sejak ditandatanganinya, dan termasuk jangka waktu pekerjaan desain.

Sementara itu, nilai kontrak untuk O&M disepakati sebesar US$ 3,5 miliar untuk jangka waktu 20 tahun.

"Penyelesaian desain jalur kereta api serta pembebasan lahan sekitar 6 bulan sampai 1 tahun. "Masih finalisasi desain. Setelah itu siap pembebasan lahan," ucap Achmad.

 

 

(wep/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads