Demikian disampaikan dalam siaran pers perseroan, Selasa (3/8/2010).
Hingga semester I-2010, SMCB mencatat penjualan sebesar Rp 2,852 triliun, naik 8,11% dari sebelumnya Rp 2,638 triliun. Perseroan memperkirakan, pertumbuhan ini akan berlanjut di semester II-2010 dimana konsumsi semen nasional diprediksi bakal meningkat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Laba kotor pun, lanjutnya, meningkat 14% dengan laba sebelum bunga, pajak, depresiasi, dan amortisasi (EBITDA) naik 14% menjadi Rp 832,8 miliar.
Sementara itu, biaya operasi dapat dikendalikan dengan peningkatan hanya 7%. Selama periode itu, laba bersih tercatat Rp 386 miliar, naik 37,85% dibanding periode sama tahun lalu Rp 280 miliar.
"Walaupun perusahaan harus membayar pajak tahun berjalan yang cukup besar," ujarnya.
Pada semester II-2010, menurut Rusli, konsumsi semen akan terus meningkat. Fasilitas cement grinding di Malaysia yang baru diakuisisi, siap untuk membantu memenuhi kebutuhan semen di pasar Sumatera. Sementara itu, pembangunan pabrik baru di Tuban, Jawa Timur diharapkan dapat mulai dilaksanakan akhir tahun ini.
Â
Â
(dro/qom)











































