Demikian disampaikan Direktur Utama Semen Gresik Dwi Sutjipto dalam paparan di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), SCBD Jakarta, Kamis (5/8/2010).
"Kita pakai internal cash dan juga fasilitas kredit yang telah kita dapatkan, Rp 2-3 triliun. Capex total Rp 4-5 triliun di tahun depan," ungkap Dwi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sementara, produksi hingga akhir tahun 2010 perseroan optimis dapat mencapai target 19,5 juta ton, meskipun hingga semester-I baru mencapai 8,4 juta ton.
"Kita periode lalu memang ada kendala produksi karena masalah teknis di pabrik Sulawesi dan Padang. Tapi sudah selesai, dan kita akan kejar di semester-II," terang Investor Relation SMGR Agung Wiharto.
Dwi kembali menegaskan, pabrik baru perseroan yang tengah dibangun di Sulawesi akan selesai pada 2011. Pabrik ini memiliki kapasitas produksi 2,5 juta ton, dengan dana investasi mencapai US$ 290 juta.
Dan di 2012, akan ada lagi penambahan pabrik di pulau Jawa, dengan kapasitas produksi 2,5 juta ton. Investasi mencapai US$ 304 juta. Jika kedua pabrik ini telah berproduksi, maka total kapasitas produksi perseroan akan meningkat lagi menjadi 24 juta ton.
Hingga akhir semester I/2010, SMGR mencatat pendapatan sebesar Rp 6,661 triliun, turun 1,5% dari periode yang sama tahun 2009 sebesar Rp 6,767 triliun. Penurunan terutama disebabkan menurunnya pendapatan dari penjualan semen sebesar 3,17% menjadi Rp 5,578 triliun dari sebelumnya Rp 5,761 triliun.
Laba bersih pun tercatat sebesar Rp 1,627 triliun, naik 7,53% dari sebelumnya Rp 1,513 triliun. Laba bersih per saham (earning per share/EPS) juga meningkat menjadi Rp 274 dari sebelumnya Rp 258.
(wep/ang)











































