Mengawali perdagangan, IHSG dibuka turun tipis ke level 3.034,2388 dan langsung melorot tajam ke level 2.993,769, turun 42 poin dari penutupan kemarin di level 3.035,318.
Aksi jual massif sempat membuat IHSG terpuruk tajam. Tak ada saham unggulan yang bertahan di zona hijau. IHSG pun sempat terjun ke bawah level 3.000.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Saham-saham perkebunan yang tadi pagi menyelamatkan perdagangan sempat kembali terpuruk di zona negatif bersama indeks-indeks saham lainnya, namun akhirnya ditutup naik tipis. Saham-saham sektor pertambangan masih dalam tekanan jual hebat.
Indeks future saham AS pun bergerak mix, sehingga membuat investor-investor global menarik diri dari pasar. Pelaku pasar masih menunggu perkembangan situasi lebih lanjut sebelum melakukan langkah investasi yang signifikan.
Transaksi jual beli asing juga tergolong masih normal. Aksi beli asing tercatat sebesar Rp 775,186 miliar, sedangkan aksi jual asing sebesar Rp 813,158 miliar. Transaksi jual bersih asing (foreign net sell) hanya sebesar Rp 37,972 miliar.
Pada perdagangan Kamis (12/8/2010), IHSG ditutup turun 9,674 poin (0,31%) ke level 3.025,644. Indeks LQ45 juga melemah 2,939 poin (0,50%) ke level 574,782.
Perdagangan berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 85.259 kali pada volume 3,889 miliar lembar saham senilai Rp 3,130 triliun. Sebanyak 93 saham naik, 99 saham turun dan 91 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia masih terjebak di zona merah terimbas pembalikan bursa-bursa Eropa pada perdagangan hari ini:
- Indeks Shanghai turun 32,02 poin (1,23%) ke level 2.575,48.
- Indeks Hang Seng melemah 188,83 poin (0,89%) ke level 21.105,71.
- Indeks Nikkei-225 turun 80,26 poin (0,86%) ke level 9.212,59.
- Indeks Strait Times turun 23,22 poin (0,79%) ke level 2.925,42.
Saham-saham lain yang naik harganya di top gainer antara lain Astra International (ASII) naik Rp 800 ke Rp 47.600, Goodyear (GDYR) naik Rp 800 ke Rp 13.450, Indomobil (IMAS) naik Rp 390 ke Rp 1.950, Lonsum (LSIP) naik Rp 350 ke Rp 9.550.
Sedangkan saham-saham yang mengalami koreksi antara lain Astra Agro (AALI) turun Rp 500 ke Rp 20.050, Astra Otoparts (AUTO) turun Rp 450 ke Rp 17.000, Gudang Garam (GGRM) turun Rp 400 ke Rp 35.550, Antam (ANTM) turun Rp 75 ke Rp 2.025, Bumi Resources (BUMI) turun Rp 50 ke Rp 1.580.
(dro/qom)










































