Kuatnya Pengaruh Eksternal ke IHSG

Ulasan Sepekan

Kuatnya Pengaruh Eksternal ke IHSG

- detikFinance
Senin, 16 Agu 2010 06:50 WIB
Kuatnya Pengaruh Eksternal ke IHSG
Jakarta - Sepanjang pekan lalu, IHSG bergerak sangat fluktuatif. Setelah pada hari senin menguat sebesar 0,72%, IHSG kemudian ambles selama 3 hari berturut-turut. Walaupun sempat menguat sebesar 0,91% pada perdagangan terakhir pekan lalu, namun IHSG harus ditutup pada posisi 3053 atau melemah 0,25% dalam sepekan.

"Kondisi pelemahan bursa saham Indonesia benar-benar dipengaruhi oleh sentimen eksternal khususnya dari Amerika sebagai dampak dari kuatnya sentimen negatif mengenai pelemahan kondisi makro Amerika," jelas analis dari BNI, Muhammad Fikri dalam reviewnya, Senin (16/8/2010).

Pada pekan lalu, Bank Sentral AS (Federal Reserve/The Fed) kembali merencanakan untuk mengeluarkan stimulus untuk Amerika, kondisi tersebut memberi gambaran bahwa perekonomian Amerika sedang dalam tahap yang mengkhawatirkan dan perlu perhatian khusus dari the Fed. The Fed pekan lalu memprediksikan pertumbuhan ekonomi Amerika tahun ini akan lebih rendah dari yang diprediksikan para analis sebelumnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Disamping itu kuatnya sentimen negatif mengenai ekonomi Amerika juga didorong oleh dirilisnya data mengenai klaim penganguran yang ternyata meningkat tajam pada bulan juli menjadi 484.000 klaim, atau yang tertinggi sejak bulan februari 2010, kondisi tersebut kembali memperjelas bahwa proses pemulihan ekonomi di Amerika benar-benar sedang melambat.
Β 
"Sentimen tersebut pada akhirnya mendorong bursa Dow Jones melemah sebesar 3.29% dalam sepekan, tidak hanya berdampak ke bursa saham karena sentimen negatif mengenai ekonomi Amerika juga menekan harga minyak dunia hingga melemah sebesar 6.6% dalam sepekan," urai Fikri.

Sangat kuatnya sentimen negatif dari Amerika tersebut, lanjut Fikri, secara langsung menekan bursa saham di Asia. Dampak pelemahan yang terjadi pada bursa regional Asia pada akhirnya menekan bursa saham Indonesia, walaupun sebelumnya bursa saham Indonesia diyakini akan mampu meredam sentimen negatif dari eksternal, mengingat potensi ekonomi Indonesia yang masih sangat prospektif dengan domestic market yang sangat besar.

Selain itu, masih tingginya kepemilikan asing terhadap saham-saham pada bursa Indonesia membuat kontrol terhadap arah pergerakan bursa saham Indonesia masih ada ditangan investor asing.

"Oleh karena itu kekhawatiran terhadap ekonomi Amerika kembali menghantui Investor asing sehingga memutuskan untuk keluar sementara dari bursa saham, dan hal inilah yang terjadi pada IHSG sehingga kembali melemah pekan lalu," jelasnya.

Untuk perdagangan minggu depan, Fikri memrediksi IHSG kembali akan bergerak sideway dengan kecenderungan menguat. Kondisi sideways sepenuhnya akan dipengaruhi oleh tipisnya transaksi selama bulan ramadhan sedangkan penguatan IHSG akan didorong oleh selektif buying dari investor.

"Sebetulnya tanda-tanda penguatan IHSG telah terlihat pada akhir perdagangan minggu lalu dimana para investor kembali berani masuk ke bursa saham untuk melakukan selektif buying," imbuh Fikri.

(qom/qom)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads