Demikian disampaikan dalam hasil due diligence perseroan di Hotel Mulia, Senayan Jakata, Kamis (2/9/2010).
Perseroan akan mulai menggelar penawaran umum saham perdana pada 2-15 September 2010. Harum Energy siap melego 650 juta lembar saham ke publik di harga Rp 5.000 - 6.300. Saham yang dilepas terdiri dari saham baru sebanyak 200.000 lembar atas nama dan 450.000.000 lembar saham, biasa atas nama pemilik PT Karunia Bara Perkasa.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Harum Energy juga telah mempercayakan PT Mandiri Sekuritas dan PT Ciptadana Securities selaku penjamin emisi (underwritter). Dan selaku agen penawaran asing Goldman Sachs dan Deutsche Group.
Dengan mengacu pada harga penawaran perdana ini maka total dana yang didapat perseroan mencapai Rp 3,6 triliun (US$ 400 juta). Dana IPO akan digunakan untuk melunasi utang, yang salah satunya kepada DBS sebesar US$ 80 juta.
Selain membayar utang, Harum Energy juga akan membiayai pembelian 10 unit kapal runda dan 10 unit kapal tongkang serta mengembangkan usaha US$ 30 juta. Perseroan juga siap melakukan ekspansi pada bisnis batubara, dengan menyuntikkan dana US$ 50 juta kepada anak usaha, PT Santan Batubara.
Pada tahun 2009 perseroan mencatat pendapatan Rp 4,6 triliun atau meningkat 75% dibandingkan tahun sebelumnya, Rp 2,5 triliun. Laba bersih juga naik lebih dari lima kali lipat, menjadi Rp 767,5 miliar, dari posisi tahun lalu sebesar Rp 120,4 miliar.
Berdasarkan prosepektus perseroan, tanggal efektif rencananya akan didapat pada 24 September 2010. Masa penawaran awal 2-15 September 2010, masa penawaran 28-30 September 2010, masa penjatahan 4 Oktober 2010. Dimana distribusi saham secara elektronik pada 5 Oktober 2010 dan serta pencatatan di lantai bursa pada 6 Oktober 2010
(wep/dro)











































