Diincar Qatar, Saham Bank Kesawan Disuspensi

Diincar Qatar, Saham Bank Kesawan Disuspensi

- detikFinance
Kamis, 02 Sep 2010 11:33 WIB
Jakarta - Bursa Efek Indonesia (BEI) memutuskan menghentikan perdagangan saham (suspensi) PT Bank Kesawan Tbk (BKSW) di seluruh pasar mulai perdagangan sesi I hari Kamis tanggal 2 September 2010 hingga pengumuman lebih lanjut. Penghentian dilakukan karena belum disampaikan informasi kepada Bursa tentang masuknya investor strategis asal Qatar di PT Bank Kesawan.

Demikian diumumkan Kepala Divisi Penilaian Perusahaan Sektor Jasa Umi Kulsum dalam keterbukaan informasi BEI, Kamis (2/9/2010).

"Bursa Efek Indonesia memutuskan untuk melakukan penghentian sementara perdagangan Efek PT Bank Kesawan Tbk (BKSW) di seluruh pasar mulai perdagangan sesi I hari Kamis tanggal 2 September 2010 hingga pengumuman lebih lanjut," ungkapnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ia menjelaskan, suspensi dilakukan untuk mencegah terjadinya fluktuasi yang tidak wajar atas saham perseroan. BEI juga meminta kepada pihak yang berkepentingan untuk selalu memperhatikan keterbukaan informasi yang disampaikan oleh PT Bank Kesawan Tbk.

Seperti diketahui, Qatar National Bank (QNB) mengincar kepemilikan saham mayoritas di PT Bank Kesawan Tbk. Ini dilakukan melalui kesepakatan antara kedua bank yang menyatakan bahwa QNB akan menjadi pembeli siaga (standby buyer) dalam rights issue yang akan dilakukan Bank Kesawan.

"Saat ini Bank Kesawan sedang melakukan persiapan administrasi dan regulatory untuk pelaksanaan Penawaran Umum Terbatas (rights issue) untuk memperoleh dana sebesar Rp 730 miliar untuk lebih memperkuat lagi struktur permodalan yang akan memberikan keleluasaan dalam menyelaraskan objektif bisnisnya," jelas Direktur Utama Bank Kesawan Gatot Siswoyo.

Kedua belah pihak, yaitu QNB dan Bank Kesawan juga sepakat untuk merealisasikan kesepakatan ini setelah seluruh proses administrasi rampung dan diperolehnya persetujuan dari instansi terkait termasuk rampungnya proses due dilligence dengan menunjuk pihak ketiga yang independen.

(wep/dnl)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads