Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan mulai menyeleksi penjamin emisi atau underwriter untuk rights issue PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI). Saat ini sudah ada total 6 perusahaan sekuritas yang masuk untuk diseleksi, 4 asing dan 2 milik negara.
"Tim pengarah sudah pilih 6 underwriter. Nanti akan diseleksi lagi oleh Menteri (BUMN Mustafa Abubakar) jadi tidak mungkin semuanya," ujar Staf Khusus Menteri BUMN Ekoputro Hadijayanto di kantornya, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Jumat (3/9/2010).
Ia mengatakan, 4 dari calon penjamin emisi tersebut merupakan perusahaan asing yang beroperasi di dalam negeri. Dua sisanya merupakan perusahaan sekuritas pelat merah.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada kesempatan yang sama, Deputi Privatisasi Kementerian BUMN Mahmudin Yasin mengatakan, salah satu sekuritas yang sudah dipilih oleh Menteri BUMN adalah Bahana Securities.
"Yang lokal Bahana. Bahana yang akan tunjuk selling agent asing mungkin dalam 2 sampai 3 hari sebelum lebaran," katanya.
Seperti diketahui, BNI menargetkan bisa meraup dana sekitar hingga Rp 10 triliun dari rights issue tersebut. Aksi korporasi itu diharapkan bisa digelar di semester II-2010.
Jumlah saham yang akan diterbitkan sekitar 13 persen. Saat ini pemerintah menguasai 76 persen kepemilikan saham di bank pelat merah itu. Dengan menerbitkan saham baru sebanyak 13 persen ditambah rencana greenshoe 3 persen, maka BNI sudah bisa menikmati insentif pajak.
Sementara dari target perolehan dana rights issue sebesar Rp 10 triliun, kelihatannya pemerintah akan menggenjot porsi investor asing, mengingat penyerapan investor lokal kurang memiliki kemampuan untuk nilai sebesar itu.
"Saya sudah cek beberapa sekuritas asing dan lokal karena khawatirkan jumlah dana yang gede banget. Kalau mengharapkan lokal sulit, tapi kalau investor luar
cukup tersedia," ujarnya.
Ia optimistis, perusahaan pelat merah itu bisa meraup target dana tersebut. Selain kondisi pasar yang sangat bagus, juga investor menunggu aksi korporasi
yang dilakukan oleh bank yang sudah jarang melakukan aksi korporasi skala besar.
Selain BNI, bank milik pemerintah lainnya yang juga akan menggelar rights issue adalah PT Bank Mandiri Tbk. Menurut Yasin, yang paling siap untuk rights issue
adalah BNI, jadi Bank Mandiri harus menunggu sedikit lebih lama.
"Kebetulan tim BNI yang duluan, tapi Mandiri kita paralelkan. Kita akan lakukan penjajakan atau pencarian investor luar. Kita yakin dana dari investor luar ada," ujarnya.
Â
Â
(ang/dro)











































