"Kami sudah menyampaikan pernyataan pra-efektifnya hari ini," ujar Direktur Penilaian Perusahaan Eddy Sugito di Gedung BEI, Jakarta, Selasa (7/9/2010).
Lima perusahaan tersebut adalah PT Agung Podomoro, PT Borneo Lumbung Energy, PT Krakatau Steel, PT Aditech Cakrawiyasa, dan PT Midi Utama. Agung Podomoro akan lepas 30% saham dengan target IPO sebesar Rp 2 triliun.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Total nilai IPO 5 perusahaan ini berkisar antara Rp 7,5 triliun hingga Rp 9,1 triliun.
Eddy mengatakan, dengan keluarnya pra-efektif 5 perusahaan tersebut, BEI hanya menyisakan satu lagi calon emiten yang masih dalam proses, yakni PT Wintermar yang akan melepas 25% saham pada November 2010.
Sejumlah rencana IPO yang sudah masuk proses bookbuilding (masa penawaran awal) antara lain PT Indofood CBP Sukses Makmur dengan target Rp 5,014-6,414 triliun dan PT Harum Energy dengan target antara Rp 3,250-4,095 triliun.
Sedangkan rencana IPO yang masih dalam proses Bapepam-LK antara lain PT Minna Padi Investama dengan target IPO Rp 150 miliar, PT Tower Bersama dengan target IPO Rp 1 triliun.
Kemudian beberapa rencana IPO yang sudah santer terdengar namun masih menunggu prosesnya antara lain PT Bumi Resources Mineral dengan target IPO Rp 2-3 triliun, PT Garuda Indonesia dengan target IPO Rp 2-3 triliun, PT Newmont Nusa Tenggara, dan PT Molindo Raya Industrial.
(dro/dnl)











































