IHSG dibuka turun tipis ke level 3.341,436 dan kemudian berbalik arah menguat ke level 3.380,268, naik 36 poin dari penutupan kemarin di level 3.341,632.
Sejak awal perdagangan, aksi beli massif terus mengangkat harga-harga saham-saham unggulan di segala sektor. Penguatan saham Astra International (ASII) memimpin penguatan IHSG kemudian diikuti penguatan saham-saham perkebunan, pertambangan, properti, industri dasar dan lain sebagainya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Rekor sebelumnya terjadi pada penutupan perdagangan 15 September 2010 di level 3.357,032. Analis memperkirakan IHSG bakal menembus level 3.500 sebelum akhir September atau awal Oktober 2010.
Kendati demikian, transaksi asing masih mencatat pembelian bersih (foreign net buy) sebesar Rp 112,934 miliar.
Pada penutupan perdagangan Sesi I Jumat, (17/9/2010), IHSG ditutup menguat 33,767 poin (1,01%) ke level 3.375,399. Sedangkan Indeks LQ 45 juga naik 6,130 poin (0,96%) ke level 639,182.
Perdagangan berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 78.444 kali pada volume 4,873 miliar lembar saham senilai Rp 2,939 triliun. Sebanyak 151 saham naik, 55 saham turun dan 63 saham stagnan.
Bursa-bursa Asia seluruhnya menguat:
- Indeks Shanghai naik 6,71 poin (0,26%) ke level 2.609,17.
- Indeks Hang Seng melesat 216,85 poin (1,02%) ke level 21.911,66.
- Indeks Nikkei-225 naik 109,08 poin (1,15%) ke level 9.618,58.
- Indeks Strait Times menguat 8,77 poin (0,29%) ke level 3.075,88.
Sementara saham-saham yang mengalami penurunan di jajaran top losers antara lain Bank Mega (MEGA) turun Rp 325 ke Rp 3.025, Mayora Indah (MYOR) turun Rp 250 ke Rp 10.350, Indofood (INDF) turun Rp 200 ke Rp 5.000, Telkom (TLKM) turun Rp 50 ke Rp 9.150. (dro/dnl)











































