Demikian disampaikan Direktur Utama JSMR, Frans Sunito di Hotel Ritz Calton, SCBD Jakarta, Senin (20/9/2010).
"Dalam tiga tahun, rencana melipatgandakan dari pendapatan usaha lain-lain. Saat ini hanya Rp 50 miliar dan akan jadi Rp 200 miliar di 2013," ucap Frans.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fiber optik sedang dirintis, bentuk anak perusahaan. Perusahaan khusus. Kita membuka kerja sama dengan mitra tapi ga berhasil. Akhirnya bareng Telkom," ungkapnya.
Sayangnya, Frans belum mengungkapkan secara rinci pengembangan bisnis di luar jalan tol tersebut. Pasalnya rencana pengembangan, baru dalam tahap pembicaraan.
Selain pengembangan fiber optik, perseroan juga tengah merancang (desain) model bisnis properti. Lokasi properti akan berdekatan dengan wilayah jalan bebas hambatan milik JSMR.
"Sampai saat ini, properti belum bisa detail. Masih dalam tahap perencanaan, desain. Intinya kita akan dirikan anak usaha sendiri untuk properti. PP (PT PP Persero) salah satunya. Kita kerja sama dengan pihak yang berkompeten," tambah Frans.
Perseroan pun khusus menganggarkan dana RP 400 miliar untuk pengembangan usaha non jalan tol.
(wep/dro)










































