Hasil pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) juga memutuskan untuk mempertahankan suku bunga rendah di kisaran 0-0,25% dalam rangka menjaga tingkat pemulihan ekonomi AS setelah diterpa krisis.
"Komite akan terus memonitor proyeksi ekonomi dan perkembangan finansial dan siap menyediakan tambahan akomodasi jika diperlukan untuk mendukung pemulihan ekonomi," demikian hasil pertemuan FOMC seperti dikutip dari AFP, Rabu (22/9/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Usai pengumuman tersebut, dolar AS langsung melorot. Investor langsung memburu aset-aset yang berisiko setelah The Fed memutuskan siap menggelontorkan dana guna mendorong pemulihan ekonomi.
Pada perdagangan di AS, euro menguat ke level 1,3253 dolar, dibandingkan sebelumnya di level 1,3060 dolar AS. Dolar AS juga tercatat melemah atas yen ke posisi 85,15 yen, dibandingkan sebelumnya di level 85,70 yen.
"Ini merupakan sesi perdagangan yang sunyi untuk perdagangan di New York hingga pengumuman The Fed mendorong sentimen pengambilan risiko," ujar Amelia Bourdeau, analis dari UBS.
Sedangkan saham-saham di bursa Wall Street bergerak flat setelah keputusan tersebut. Indeks Dow Jones ditutup menguat tipis 7,41 poin (0,07%) ke level 10.761,03. Indeks Standard & Poor's 500 melemah 2,93 poin (0,26%) ke level 1.139,78 dan Nasdaq melemah 6,48 poin (0,28%) ke level 2.349,35.
Volume perdagangan mulai meningkat yakni mencapai 8,03 miliar lembar saham, sedikit di bawah rata-rata transaksi di New York Stock Exchange pada tahun lalu yang mencapai 9,65 miliar.
(qom/qom)











































