Demikian disampaikan Corporate Secretary MYRX, Rony Agung Suseno dalam keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (4/10/2010).
Penandatangan kerjasama telah dilakukan pada 16 September 2010 antara kedua perusahaan. Kesepahaman tersebut akan dilanjutkan dalam merealisasikan proyek tambang potensial, terutama di sumber daya nikel dan tembaga.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Sayangnya, Rony tidak menjelaskan secara rinci detil jadwal penggarapan proyek maupun target yang akan dicapai melalui kerjasama ini. (dro/dnl)











































