Manajemen Katarina Jual Aset Untuk Bayar Sebagian Gaji Karyawan

Manajemen Katarina Jual Aset Untuk Bayar Sebagian Gaji Karyawan

- detikFinance
Minggu, 10 Okt 2010 11:13 WIB
Manajemen Katarina Jual Aset Untuk Bayar Sebagian Gaji Karyawan
Jakarta - Manajemen PT Katarina Utama Tbk (RINA) telah menjual sebagian aset berupa mobil senilai Rp 305 juta untuk membayarkan sebagian kewajiban gaji karyawan wilayah operasional Jakarta. Gaji karyawan wilayah Medan dan Palembang belum dibayar manajemen.

"Manajemen telah berbuat diskriminasi dan berlaku tidak adil kepada karyawan. Gaji adalah hak kami dan harus dibayarkan tanpa membeda-bedakan. Ini menunjukkan manajemen terus saja menambah permasalahan," ujar Ketua Forum Komunikasi Pekerja Katarina (FKPK), Jasanta Ginting kepada detikFinance, Minggu (10/10/2010).

Menurutnya, pada 5 Oktober 2010 manajemen Katarina telah menjual 2 unit mobil yaitu 1 unit Toyota Fortuner tahun 2008 yang dijual senilai Rp 260 juta dan 1 unit Toyota Kijang Pickup tahun 2002 senilai Rp 45 juta. Jasanta mengatakan, seharusnya dana yang masuk ke kas perusahaan dari penjualan 2 unit mobil tersebut Rp 305 juta.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tapi kenyataannya, yang masuk ke kas perusahaan dari penjualan itu hanya sebesar Rp 200 juta," keluhnya.

Ia tidak mengetahui persis kemana perginya sisa dana hasil penjualan itu. Namun faktanya, lanjut Jasanta, akibat adanya 'pengurangan' hasil penjualan 2 unit mobil itu membuat manajemen hanya mampu membayarkan gaji karyawan-karyawan di Jakarta.

"Gaji karyawan di Medan dan Palembang belum juga dibayar hingga saat ini. Bukankah diskriminasi ini yang membuat situasi yang semakin panas. Tentu terbukti sama sekali tidak ada niat yang tulus dengan keinginan damai yang dinyatakannya. Janji-janji seperti ini, yang selalu dia lakukan, siapa yang bisa percaya pada mereka," keluhnya.

Sebelumnya Direktur Utama Katarina Fazli bin Zainal Abidin menawarkan opsi 'damai' dengan para karyawan atas masalah belum dibayarnya gaji. Sebaliknya, FKPK melihat tidak ada itikad baik dari manajemen untuk betul-betul menyelesaikan masalah dengan karyawan.

"Saya sudah bertemu dengan Fazli dengan tujuan membangun komunikasi pada 6 Oktober 2010. Sebagai langkah awal untuk penyelesaian masalah yang ada, Fazli berjanji akan membayar gaji seluruh pekerja pada hari Kamis tanggal 7 Oktober 2010, tetapi Fazli ingkar lagi. Sulit bagi saya bisa mempercayai janjinya dan yang saya lihat, cederanya janji tersebut dikarenakan adanya orang-orang disekitar dia yang bermain dan hanya berfikir untuk keuntungannya sendiri, tanpa berkontribusi untuk menyelesaikan masalah yang ada," ujar Dewan Penasihat FKPK Massa Karya Ginting.

Manajemen Katarina Utama yang seluruhnya ekspatriat asal Malaysia diduga telah menyelewengkan perolehan dana IPO, penggelembungan aset serta memanipulasi laporan keuangan auditan 2009. Dari perolehan dana IPO sebesar Rp 33,6 miliar, manajemen diduga menggelapkan sebesar Rp 29,6 miliar.

Akibatnya, kas perusahaan pun bolong dan manajemen tidak dapat menyelesaikan kewajiban kepada karyawan. Saat ini, hampir seluruh kegiatan operasi Katarina Utama berhenti, sehingga tidak ada pemasukan.

Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama Badan Pengawas Pasar Modal & Lembaga Keuangan (Bapepam-LK) kini tengah mengusut dan memeriksa dugaan penyelewengan dana IPO, penggelembungan aset hingga manipulasi laporan keuangan Katarina.

 

 

(dro/dro)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads