IHSG dibuka naik tipis ke level 3.548,939 dan kemudian melanjutkan penguatan ke level 3.565,408, naik 17 poin dari penutupan kemarin di level 3.548,746.
Pada sesi I, perdagangan berjalan lesu dan tidak bergairah. Pembalikan arah bursa-bursa Asia ke zona negatif membuat IHSG tidak punya tenaga lebih untuk naik lebih tinggi. Saham-saham unggulan pun bergerak dalam tekanan jual.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Investor pun segera mengantisipasi potensi terjadinya koreksi lanjutan untuk perdagangan besok dengan melepaskan sebagian portofolio sahamnya. Hampir seluruh indeks saham sektoral melemah kecuali indeks saham agrikultur, properti, infrastruktur, dan aneka industri yang masih menguat.
IHSG pun langsung jatuh ke zona negatif, sempat menyentuh level 3.535,784, turun 13 poin. Untungnya, menjelang penutupan perdagangan terjadi aksi beli yang cukup mengangkat IHSG dari level terendahnya hari ini.
Pada penutupan perdagangan, Selasa (12/10/2010), IHSG turun 1,498 poin (0,04%) ke level 3547.25. Sedangkan Indeks LQ 45 naik tipis 0,391 poin (0,05%) ke level 661,490.
Perdagangan hari ini berjalan ramai dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 169.406 kali pada volume 7,164 miliar lembar saham senilai Rp 5,723 triliun. Sebanyak 96 saham naik, 123 saham turun dan 81 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat penjualan bersih (foreign net sell) tipis sebesar Rp 55,244 miliar.
Bursa-bursa regional Asia balik arah ke zona negatif:
- Indeks Shanghai naik 34,47 poin (1,23%) ke level 2.841,41.
- Indeks Hang Seng turun 85,61 poin (0,37%) ke level 20.124,08.
- Indeks Nikkei 225 merosot 200,24 poin (2,09%) ke level 9.388,64.
- Indeks Straits Times melemah 14,67 poin (0,48%) ke level 3.148,68.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 1.700 ke Rp 50.200, Indospring (INDS) turun Rp 500 ke Rp 6.600, Charoen Pokphand (CPIN) turun Rp 350 ke Rp 7.300, HM Sampoerna (HMSP) turun Rp 250 ke Rp 21.550. (dro/qom)











































