Rights Issue Bank Mandiri Dinomorduakan Tak Masalah

Rights Issue Bank Mandiri Dinomorduakan Tak Masalah

- detikFinance
Jumat, 15 Okt 2010 14:08 WIB
Rights Issue Bank Mandiri Dinomorduakan Tak Masalah
Bandung - Rencana penerbitan saham baru dengan HMETD (rights issue) PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang baru akan dilakukan usai rights issue PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) dinilai tidak masalah. Tren positif pasar modal masih akan berlanjut di tahun 2011.

"Selisih 3 bulanan tidak menjadi masalah. Kalau momentum, mungkin di triwulan I lebih bagus. Market saat ini hingga awal tahun 2011 bagus untuk IPO (Initial Public Offering) atau rights issue," ungkap pengamat Mirza Adityaswara di Hotel Padma, Bandung, Kamis (14/10/2010).

Menurut Mirza, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang positif di 2010 akan berlanjut di 2011. Oleh sebab itu, ia menilai siapa yang duluan rights issue antara BBNI dan BMRI tidak menjadi masalah.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pasar pasti akan menyerap kok," ujarnya.

Memang Bank Mandiri sebelumnya menginginkan rights issue mereka diadakan pada tahun ini. Alasannya, momentum pertumbuhan ekonomi Indonesia saat mencapai titik maksimal.

Namun BMRI terpaksa harus menunggu aksi serupa yang dilakukan saudara tuanya, BBNI. Pasalnya pemerintah sebagai pemilik saham mayoritas, telah memutuskan rights issue BBNI lebih dulu ketimbang Bank Mandiri.

Pemerintah memberi deadline kepada BBNI untuk menyelesaikan laporan keuangan triwulan III-2010 pada hari ini (15/10/2010). Laporan ini menjadi dasar permohonan rights issue yang diajukan ke Bapepam-LK dapat segera terlaksana di akhir 2010.

BBNI telah menyerahkan laporan keuangan auditan triwulan III-2010 tadi malam. Oleh sebab itu, rights issue BBNI dipastikan dapat berjalan dengan mulus.

Menteri BUMN, Mustafa Abubakar berpendapat rights issue BBNI didahulukan karena kebutuhan modal BBNI lebih mendesak ketimbang Bank Mandiri. Dan pemerintah pun menyampaikan, rights issue BMRI harus diundur hingga awal tahun 2011.

Di sisi lain, Chief Financial Officer BMRI Pahala N. Mansury, menyatakan pihaknya tetap mempersiapkan rights issue di tahun ini, meskipun setelah rights issue BBNI. "Kami memang siap-siap (rights issue) setelah BBNI, untuk menjaga momentum emas agar tidak sampai terlewat," ucap Pahala.

Bank Mandiri berniat untuk menggelar rights issue dengan target dana sebanyak Rp 12-15 triliun. Sementara BBNI juga berniat melakukan hal yang sama untuk menggenjot kepemilikan modalnya, namun target dananya hanya Rp 10 triliun.

 

 

(wep/dro)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads