Menurut Direktur AKR Corporindo Jimmy Tandyo, perseroan sudah menggunakan 53,23% dari total penggalangan PUT II, atau setara dengan Rp 281,958 miliar. Sebanyak Rp 223,355 miliar telah digunakan untuk keperluan modal kerja.
"Sisanya, Rp 26,216 miliar terpakai untuk pembangunan fasilitas tangki bahan bakar dan jetty di berbagai lokasi," katanya dalam keterbukaan informasi di situs resmi BEI, Selasa (19/10/2010).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kemudian, 22% juga telah digunakan untuk penambahan tangki bahan bakar di Gabion, Sumatera Utara, berkapasitas 10 ribu kl dan 15% untuk pembangunan tangki di Palembang, Sumatera Selatan berkapasitas 6 ribu kl. Sedangkan 20% lagi digunakan untuk membangun fasilitas jetty (dermaga) di Surabaya, Jawa Timur.
Dari hasil PUT II yang efektif pada 21 Januari 2010, perseroan menghimpun dana total sebesar Rp 539,786 miliar. Dengan adanya pengurangan biaya emisi sebesar Rp 8,257 miliar, maka hasil bersihnya sebesar Rp 531,529 miliar. Dengan demikian, dana PUT AKRA yang belum terrealisasi mencapai Rp 281,958 miliar.
Perseroan menganggarkan dana sebesar Rp 307 miliar dari hasil PUT tersebut untuk ekspansi usaha pengembangan fasilitas tangki dan jetty. Hingga akhir September 2010 baru Rp 26,216 miliar yang telah direalisasikan penggunaannya.
(wep/ang)











































