IHSG dibuka naik tipis ke level 3.588,751 dan kemudian melanjutkan penguatan ke level 3.605,214, naik 17 poin dari penutupan kemarin di level 3.588,010.
Pada awal perdagangan, aksi beli massal mewarnai IHSG. Saham-saham unggulan di segala sektor diburu investor dan berhasil mengangkat IHSG menembus level 3.600.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bursa-bursa saham regional Asia pun bergerak variatif dan cenderung stagnan lantaran sepinya sentimen. Koreksi harga-harga komoditas di pasaran internasional membuat pelaku pasar masih menunggu perkembangan situasi lebih lanjut.
Namun biasanya, pada perdagangan sesi II akan terjadi pengangkatan harga-harga saham dan tentunya akan berpengaruh pada posisi akhir IHSG. Pola ini hampir terjadi pada setiap perdagangan akhir pekan.
Pada penutupan perdagangan sesi I Jumat (22/10/2010), IHSG menguat tipis 6,851 poin (0,19%) ke level 3.594,861. Sedangkan Indeks LQ 45 naik 1,881 poin (0,28%) ke level 665,703.
Perdagangan hari ini berjalan moderat dengan frekuensi transaksi di seluruh pasar 56.288 kali pada volume 2,496 miliar lembar saham senilai Rp 2,537 triliun. Sebanyak 92 saham naik, 94 saham turun dan 86 saham stagnan.
Transaksi investor asing mencatat penjualan bersih (foreign net sell) sebesar Rp 16,484 miliar.
Bursa-bursa regional Asia bergerak variatif:
- Indeks Hang Seng turun tipis 19,91 poin (0,08%) ke level 23.629,57.
- Indeks Nikkei 225 naik 34,23 poin (0,37%) ke level 9.410,71.
- Indeks Straits Times turun tipis 1,93 poin (0,06%) ke level 3.161,60.
Sementara saham-saham yang turun cukup tinggi dan masuk dalam kategori top losers antara lain Gudang Garam (GGRM) turun Rp 550 ke Rp 47.250, Bukit Asam (PTBA) turun Rp 200 ke Rp 19.850, Bank Mega (MEGA) turun Rp 200 ke Rp 2.800, Bayan Resources (BYAN) turun Rp 150 ke Rp 13.150. (dro/qom)











































